Dinas Pertanian Barito Utara Tanam Jagung di Areal 15.950 Hektar

oleh
Menteri Pertanian RI. Amran Sulaiman, Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran, Anggota DPR RI H. Hamdani dan Bupati H. Nadalsyah saat panen jagung di Desa Batu Raya beberapa waktu lalu. Foto : Bani

MUARA TEWEH – Pengembangan tanaman jagung di Kabupaten Barito Utara, untuk tahun 2018 terus diperluas. Dimana tanaman yang akan dikembangkan seluas kurang lebih 15.950 hektar.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara, Ir. Setia Budi mengatakan, luasan itu akan ditanam pada sembilan Kecamatan.

“Dimana bibit jagung akan diberikan kepada petani di sembilan kecamatan itu,” ujarnya kepada awak media, Selasa (03/04/18).

Menurutnya, dari luas 10.150 hektar diantaranya adalah rencana pembukaan lahan, sedangkan 5.800 hektar adalah tanaman reguler. Namun dari kouta 15.950 hektar tersebut,  masih ada usulan masyarakat melalui proposal kurang lebih 2.000 hektar.

Hanya saja kendala yang dihadapi adalah pembuatan jalan usaha tani, dimana setiap ladang petani atau kelompok harus ada jalan tersebut, hal ini tidak lain guna memudahkan akses petani untuk ke ladang.

Setia Budi juga menjelaskan, untuk pembuatan jalan usaha tani memerlukan alat berat. Sedangkan alat tersebut masih terbatas,  sementara bantuan alat oleh provinsi masih belum dibagi.

“Kendala kita adalah alat bantuan masih belum dibagi oleh provinsi.  Padahal sudah tiga bulan lamanya alat di Palangkaraya, ” katanya.

Setia Budi juga berharap dengan dibaginya alat tersebut bisa secepatnya dipergunakan sesuai dengan fungsinya,  dan ini memudahkan proses pembukaan lahan dan pembuatan jalan usaha tani.

Menurutnya, untuk saat sekarang memang tanaman jagung di wilayah Kabupaten Barito Utara, terus dikembangkan juga areal diperluas sesuai dengan harapan masyarakat,  dimana program tanaman jagung komoditi kedua setelah tanaman padi.

“Dengan areal tanaman jagung semakin luas, maka perekonomian masyarakat juga diharapkan lebih meningkat,” pungkas Setia Budi. (Bani)