Hadiri Paskah OMK, Gidot Sambangi Warga di Sekadau

oleh

SEKADAU – Dalam rangka Perayaan paskah bersama Orang Muda Khatolik (OMK) di desa Sekonou, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, Minggu (01/04/18) warga Sekonou kedatangan tamu istimewa yakni salah seorang calon Wakil Gubernur Kalbar, Suryadman Gidot. Kehadiran Gidot disambut dengan tarian adat dan upacara adat dayak Sawe.

Didampingi Tanto Yokubus, salah seorang anggota DPRD Kalbar, Gidot menmbaur bersama warga.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sekonou, Yosef mengucapkan terima kasih kepada calon Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Suryadman Gidot serta beberapa tamu yang turut hadir.

“Saya ucapkan terimakasih kepada pak Gidot yang bisa hadir memenuhi undangan warga Sekonou. Mudahan-mudahan kehadiran bapak di desa kami yang sangat terpencil ini,dapat menbuka mata dan pikiran kami untuk lebih giat lagi menbangun masyarakat,” kata Kades.

Ditempat yang sama, Tanto Yokobus anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat dalam kesempatan tersebut mengatakan, bahwa Gong Gamal yang diserahkan kepada warga dDesa Sekonou adalah bantuan dari Dinas Pariwisata Provinsi Kalbar, dan bukan, bantuan dari Suryadman Gidot.

“Jangan salah paham, Gong Gamal yang saya serahkan kepada warag Sekonou adalah bantuan dari pemerintahan Provinsi. Bukan bantuan dari calon sebab, Gong Gamal tersebut adalah bantuan dari Pemprov berdasarkan proposal yang di ajukan oleh Kepala Desa Sekonou,” kata Tanto di Sekonou Minggu (01/04/18).

Sebagai kader Partai Demokrat, dirinya mengajak warga Sekonou untuk memilih pasangan yang di usung partainya menjadi calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Kalbar, Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot.

Sementaraa calon Wakil Gubernur Kalbar, Suryadman Gidot mengucapkan selamat hari raya Paskah kepada warga Sekonou.

“Saya dan Karolin mengucapkan selamat Paskah kepada seluruh warga Sekonou dan warga Sekadau juga, semoga damai selalu menyertai kita semua,” kata Gidot.

Gidot mengatakan, untuk menjadi Gubernur Kalbar perlu orang yang mempunyai jaringan kuat di pusat. Sebab, untuk menbangun kalbar perlu orang yang punya  pengalaman, serta memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah pusat.

Apalagi, sumber semua pembiayaan pembangunan di Kalbar hampir 80 sampai 90 persen, berasal dari dana pusat. Jadi, untuk melakukan hal itu tentu yang paling cocok adalah Karolin, karena beliau sudah dua priode menjadi anggota DPR RI.

“Perlu kita diketahui, selama kepemimpinan bapak Cornelis dan Cristiandy Sanjaya sebagai gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, keduanya sudah meletakan pondasi yang baik untuk pembangunan disegala bidang di Kalbar. Terpenting, selama dipimpin beliau selama10 tahun, Kalbar aman dan damai, ini yang perlu kita garis bawahi, rasa aman dan damai sangat membantu proses pembangunan,” kata Gidot.

Lebih lanjut Gidot berpesan kepada warga desa Sekonou untuk mengurangi kebiasaan hidup tergantung pada orang lain.

“Kurangilah pola hidup membeli barang-barang yang bisa kita hasilkan sendiri,” pintanya.

Kalau perlu masyarajat belajar menjual produk-produk yang bisa dibuat sendiri, tujuannya agar masyarakat tidak selalu tergantung kepada orang lain. Hal ini penting ditanamkan pada generasi muda.

“Kurangi kebiasaan hidup tergantung pada orang lain. Kecuali barang tersebut tidak bisa kita buat sendiri. Kalau barang-barang kebutuhan itu masih bisa kita upayakan buat sendiri, jangan beli. Tujuannya supaya kita tidak tergantung pada orang lain,” saran
Gidot

Sebagai orang pedalaman, sambung Gidot dirinya paham betul apa yang dibutuhkan oleh warga pedalaman. Makanya, ia meminta dukungan dari warga Sekonou, agar bisa melanjutkan kemimpinan Cornelis dan Cristiandy Sanjaya.

“Kami akan meneruskan apa yang sudah dicanangkan oleh pendahulu kami. Yang kurang akan kami benahi, supaya semakin baik. Sedangkan yang sudah baik akan kita lanjutkan supaya lebih baik lagi,” katanya. (sutarjo)