Ribuan Warga di Ketapang Dapat Pengobatan Gratis dari Baguna PDIP Kalbar

oleh
Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP Kalbar menangani pengobatan gratis 1.773 warga di Kabupaten Ketapang. Foto : Istimewa

KETAPANG  – Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Kalimantan Barat menggelar kegiatan bakti sosial, pengobatan gratis bagi 1.173 orang masyarakat di Kabupaten Ketapang.

“Kami merasa sangat senang mendapatkan layanan kesehatan gratis dari Baguna PDI Perjuangan ini. Kami bisa mendapatkan pengobatan dan pengecekan kesehatan gratis dan ini sangat membantu masyarakat,” ujar Jainudin, warga Kecamatan Kendawangan di Ketapang, Jumat (30/03/18).

Masyarakat yang hadir sangat antusias dengan pengobatan gratis tersebut. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang hadir pada pengobatan kegiatan bakti sosial tersebut.

“Kami berharap, kegiatan seperti ini bisa kembali dilakukan oleh PDI Perjuangan karena masyarakat disini memang cukup sulit menjangkau puskesmas,” katanya.

Warga Kecamatan Mantan Hilir, Kabupaten Ketapang, Andi, menyatakan dirinya bersyukur bisa mendapatkan pengobatan gratis tersebut, terlebih masyarakat bisa mendapatkan layanan pengecekan kesehatan.

“Kalau mau ke puskesmas sangat jauh jaraknya dari tempat kami. Untung saja ada layanan kesehatan gratis ini, jadi kami bisa mengecek kesehatan kepada dokter yang dibawa oleh tim Baguna,” katanya.

Secara terpisah, Ketua Baguna Kalbar, Angeline Fremalco mengatakan untuk kegiatan baksos pengobatan gratis yang dilakukannya di Ketapang dilakukan dibeberapa titik.

“Tim kita berangkat dari jam 10 pagi dan sampai dititik pertama sekitar jam 8 malam. Itu kita langsung melaksanakan pengobatan gratis di Desa Kemuning Biutak, Kecamatan Matan Hilir Selatan,” ucapnya.

Ia menuturkan, pada hari kedua, baksos tersebut dilaksanakan di tiga titik, yaitu Desa Pangkal Batu, Desa Suka Harapan dan Desa Suka Damai Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang.

“Untuk jumlah pasiennya selama kegiatan 3 hari di 5 titik Kabupaten Ketapang ini sebanyak 1.173 orang, termasuk anak kecil,” katanya.

Angeline berharap, apa yang dilakukan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Ketapang, dan untuk daerah lainnya juga akan dilakukan kegiatan serupa. (rilis)