Hadir di Acara Haul Sultan Pontianak VIII, Harry Adryanto Disambut Baik Keluarga Besar Kesultanan

oleh
Calon Wali Kota Pontianak Harry Adryanto saat bersalaman dengan Sultan Syarif Mahmud Alqadrie (Sultan ke-9 Pontianak) di Istana Kesultanan Pontianak, Sabtu (31/03/18). Foto : Arief

PONTIANAK –  Calon Wali Kota Pontianak nomor urut satu, Harry Adryanto memenuhi undangan Keluarga besar Kesultanan Pontianak, dalam acara Haul Maulana Seri Sultan Syarif Abubakar bin Syarif Machmud bin Maulana Seri Sultan Syarif Muhammad Alkadrie yang merupakan Sultan Pontianak VIII, yang digelar di ruang utama singgasana Istana Kadriah, Tanjung Raya 1, Pontianak Timur, Sabtu (31/03/18) sekitar pukul 08.00 Wib.

Kedatangan calon Wali Kota Pontianak yang akrab disapa superman  ini, bersama tim pemenangannya, disambut baik oleh keluarga besar Kesultanan Pontianak.

Selain Harry Adryanto bersama tim pemenangannya, hadir juga dalam acara ini, perwakilan Pemerintah Kota Pontianak, tokoh masyarakat, ormas serta warga setempat.

Haul ini merupakan kali pertama diadakan, sejak satu tahun wafatnya Sultan Pontianak VIII tersebut.

Putra Mahkota Kesultanan Pontianak, Sy Mahmud Alkadrie bin Sultan Sy Abubakar Alkadrie (Sultan Pontianak IX) yang akrab dipanggil Melvin mengungkapkan, pihak keluarga sangat terkesan dan berterimakasih atas perhatian seluruh elemen masyarakat, yang turut mendoakan ayahandanya.

Tak lupa pula, kesultanan Pontianak mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada calon Wali Kota Pontianak, Harry Adryanto bersama tim pemenangannya.

Dalam haul itu, tampak Sultan Pontianak menggunakan busana kebesaran kerajaan, berwarna hitam seperti umumnya pakaian khas adat Melayu, dengan Mahkota berbentuk peci, dan dipakai sejak Kesultanan Pontianak yang pertama.

Calon Wali Kota Pontianak, Harry Adryanto, yang telah dianggap sahabat Sultan Pontianak, tampak menggunakan pakaian khas melayu, yakni Teluk Belanga berwarna serba hitam.

Usai sambutan Sultan Syarif Mahmud Melvin Alkdarie, acara dilanjutkan dengan tausiyah maulid yang disampaikan oleh Alhabib Muhammad bin Abdurrahman Alkadrie.

Acara haul pun, ditutup dengan pembacaan doa serta saprahan atau makan bersama khas adat melayu Pontianak. (Dod/Arief)