BNNK Gelar Sosialisasi Rehabilitasi Pecandu Narkoba

oleh

SANGGAU – Masih tingginya kasus penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Sanggau menjadi keprihatinan semua pihak, terutama bagi Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Sanggau. Oleh karenanya, lembaga yang dipercaya menangani persoalan narkotika ini terus melakukan berbagai langkah antisipasi dan pencegahan.

Salah satunya adalah memberikan sosialisasi program rehabilitasi dan pasca rehabilitasi yang dilaksanakan di Hotel Grand Narita jalan Ahmad Yani Kelurahan Ilir Kota, Kamis (29/03/18).

Kepala BNN Kabupaten Sanggau, AKBP Ngatiya mengatakan, sepanjang tahun 2017 BNN mengungkap 46.537 kasus narkotika dan menangkap 58.365 tersangka serta menyita 4,71 ton sabu, 151,22 ton ganja, 2.940.748 butir pil ekstasi dan 627,84 kilogram ekstasi cair.

Ditambahkannya, sampai akhir 2017 telah ditemukan 68 jenis narkotika baru di Indonesia. Dengan kondisi ini, Indonesia tidak lagi sekedar sebagai tempat transit tetapi sudah menjadi pasar potensial.

Dalam Undang-undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009, ada dua kementerian yang memperoleh mandat dalam kebijakan rehabilitasi bagi pengguna narkotika yaitu kementerian kesehatan yang berwenang untuk rehabilitasi medis dan kementerian sosial yang berwenang untuk menyelenggarakan rehabilitasi sosial.

“Perlu saya sampaikan juga, secara nasional, pada tahun 2017 telah merehabilitasi 1.523 orang dan memberikan layanan paska rehabilitasi kepada 7.829 mantan penyalahguna narkotika,” katanya.

Sementara itu, Kasi Rehabilitasi BNNK Sanggau, Hery Ariandi, SKM menambahkan bahwa sosialisasi tersebut dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang program rehabilitasi dan paska rehabilitasi bagi penyalahguna dan korban penyalahguna narkoba.

Kepedulian dan perhatian dari instansi terkait, pemangku kepentingan dan masyarakat untuk bersama-sama mensosialisasikan program rehabilitasi dan paska rehabilitasi bagi penyalahguna dan korban penyalahguna menjadi hal yang penting.

Selanjutnya, terjalin kerjasama antar instansi terkait, pemangku kepentingan dan masyarakat dalam penanggulangan penyalahguna dan korban penyalahguna narkotika.

“Selain dari BNNK Sanggau, kami juga menghadirkan praktisi lembaga rehab IP, praktisi lembaga rehab KM dan praktisi lembaga pasca rehab sebagai narasumber dalam kegiatan kami,” terang Hery. (indra)