PT. Laman Mining Berkomitmen akan Membangun Perekonomian Masyarakat di Ketapang

oleh

PT. Laman Mining merupakan salah satu perusahaan nasional yang bergerak dibidang pertambangan.

Perusahaan tersebut mendapat Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi dari Bupati Ketapang. Hal ini tertuang dalam SK No. 68/DISTAMBEN – C/2012, dengar areal pertambangan seluas 13.460 Ha, tepatnya di Kecamatan Matan Hilir, Kabupaten Ketapang Kalbar.

DR. Beni Bevly, Direktur Utama PT. Laman Mining mengatakan, sejak memiliki izin pertambangan di Kabupaten Ketapang, perusahaanya telah berupaya membantu masyarakat sekitar, terutama dalam penyedian air bersih, pembangunan irigasi, tempat ibadah dan pemukiman penduduk, walaupun perusahaan ini belum beroperasi.

“Tahap awal, kami ingin mendapatkan tanggapan dari masyarakat, dan sekaligus untuk mengetahui bagaimana kita bisa dapat mengatasi dampak-dampak yang mungkin saja terjadi selama waktu operasional, sehingga nantinya kami bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar secara keseluruhan,” ungkapnya disela-sela kegiatan rapat tim Komisi Amdal di Hotel Aston Senin pagi (27/03/18).

Dijelaskannya, perusahaan sudah mengantongi izin dari Bupati Ketapang, saat ini pemerintah telah melarang ekspor bauksit, sehingga perusahaan hanya beroperasi dibidang pemurnian bahan mentah.

“Sampai saat ini kami masih menerima masukan agar dapat memenuhi kewajiban kita terhadap masyarakat dan pemerintah baik Kabupaten maupun Provinsi. Saya berharap rekan – rekan bisnis yang ada disekitar lokasi agar bisa bekerja sama memajukan daerah,” ungkapnya.

Untuk saat ini, lanjut Dia belum ada kendala sosial dimasyarakat, dan  perusahaan terbuka menerima masukan dari masyarakat setempat.

“Kami akan selalu peduli dengan perekonomian lokal. Kami berupaya mengolah kekayaan alam sebaik mungkin untuk kesejahteraan masyarakat. Jadi mohon dukungan segenap pihak,” ajaknya.

Selaku Direktur Utama, Beni berjanji akan memberdayakan masyarakat sekitar.

“Pertama Kami tidak memberi umpan, tetapi kami akan memberi kail kepada masyarakat, sehingga dapat menunjang usaha kami, dan menjadi income sehari-hari,” ujarnya.

Lanjut Beni, seperti contoh gerakan membuat natako, mengajarkan petani bercocok tanam yang benar, membuka usaha Home industri serta pembangunan irigasi.

Ia menambahkan, perusahaan akan menciptakan masyarakat sehat, peningkatan pendidikan serta melestarikan kebudayaan, sehingga nantinya akan ada klinik bersama, sarana pendidikan baru, pemberian beasiswa, membantu pengembangan budaya serta ikut mempromosikannya.

“Ketiga adalah pembangunan infrastruktur disekitar tempat pertambangan, dengan membuka akses lalu lintas masyarakat sekitar, sehingga jarak tempuh lebih pendek,” pungkasnya. (Arief)