Lima Film Hollywood yang Dilarang Tayang di Indonesia

oleh
Film Noah, salah satu film yang dilarang tayang di Indonesia. Foto : youtube.com

JAKARTA – Semua film selalu punya pesan yang pengen disampaikan kepada semua penonton. Makanya, para sineas berlomba bikin film keren dengan pesan yang dahsyat.

Sayangnya, beberapa film justru dibikin terlalu total yang malah bikin beberapa negara menolak untuk menayangkan. Soalnya, dinilai terlalu menyimpang nilai dan norma di suatu negara.

Salah satunya, Indonesia yang udah sering banget nolak film-film Hollywod untuk tayang.

Enggak sedikit alasan ketika Tanah Air menolak film Hollywood beredar untuk ditonton masyarakat. Nah, kira-kira, film apa aja yang ditolak bioskop Indonesia?

Berikut, lima film Hollywood yang dilarang tayang di Indonesia.

1. Noah (2014)

Film ini secara garis besar menceritakan kehidupan Noah atau umat islam menyebutnya Nabi Nuh. Dibintangi oleh Russel Crowe dan Emma Watson ini bukan film yang buruk dan enggak patut ditonton. Namun, banyak yang berpandangan bahwa cerita yang diangkat sutradara Darren Aronofsky itu enggak sesuai fakta.

Apalagi, masyarakat Indonesia mayoritas penganut agama Islam. Film ini dikhawatirkan jadi perdebatan karena dinilai terlalu nyimpang. Makanya, Noah enggak ditayangin di bioskop-bioskop Tanah Air. Kalau lo penasaran, lo bisa, kok, tonton filmnya di situs streaming film berbayar.

2. The Year of Living Dangerously (1982)

Film jadul ini juga dilarang tayang di bioskop Indonesia. Alasan utamanya karena film ini menceritakan konflik pemberontakan PKI di Tanah Air pada 1965. Makanya, pemerintah waktu itu langsung menolak film ini untuk ditayangkan.

Peristiwa pemberontakan PKI dianggap masih sensitif bagi masyarakat. Apalagi, film ini juga menceritakan situasi politik sebelum pemberontakan PKI berlangsung. Film yang diangkat dari novel itu sampai sekarang belum pernah tayang di bioskop Indonesia. Namun, salah satu televisi swasta pernah menayangkan setelah 1998.

3. Fifty Shades Of Grey (2015)

Sama dengan film The year of living Dangerously (1982), film Fifty Shades of Grey  juga diangkat dari sebuah novel. Sama-sama dilarang di Indonesia. Enggak sedikit pembaca novelnya Indonesia nungguin film garapan sutradara Sam Taylor tersebut.

Sayangnya, pembaca novel itu di Indonesia harus gigit jari karena film itu ditolak di Indonesia. Alasannya, Fifty Shades Of Grey  terlalu banyak nenampilkan adegan vulgar. Banyak adegan intim yang dinilai terlalu porno. Makanya, film ini dan sekuelnya enggak bisa tayang di Indonesia.

4. Balibo (2009)

Film Balibo dianggap cukup kontroversial, termasuk di Indonesia. Bagaimana enggak? Film ini menceritakan sudut pandang lain tentang konflik di Timor Leste. Ditambah, film itu juga menunjukkan adegan ketika lima wartawan Australia yang meliput konfilk tersebut dibunuh oleh TNI.

Makanya, pemerintah Indonesia bener-bener nolak keras film ini. Soalnya, dianggap mengangkat fakta sejarah yang enggak valid. Dikhawatirkan bakal memunculkan konflik nantinya, pemerintah Indonesia menolak tegas film ini.

5. Schindler’s List (1993)

Film tentang Nazi memang seringkali kontroversial. Salah satunya, film Schindler’s List garapan Steven Spielberg. Yap, film tersebut ditolak di beberapa negara termasuk Indonesia. Film ini menceritakan Oskar Schindler’s yang menyelamatkan para tawanan Yahudi dari Nazi.

Sama kayak PKI, film ini dinilai terlalu sensitif. Selain itu juga punya potensi buat bikin kegaduhan massal di seluruh dunia. Makanya, banyak negara yang enggak ambil pusing buat langsung cekal film ini. Speilberg pun menyayangkan beberapa negara tersebut. Menurutnya, Schindler’s List  hanyalah ungkapan rasa kemanusiaan seorang Oskar.

Itulah beberapa film yang dicekal dan enggak bisa tayang di bioskop Tanah Air. Sebagian besar dilarang karena dikhawatirkan menimbulkan konflik. Meski begitu, beberapa film di atas punya pesan moral yang enggak boleh dilewatkan. (Kincir)