Kepala BKD SDM Sekadau Meninggal Dunia

oleh

SEKADAU – Usai melaksanakan Rapat Kordinasi  (Rakor) hari terakhir di Jakarta, Markus Aron Aput, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sumber Daya Manusia (BKD SDM) Sekadau meninggal secara mendadak disalah satu hotel tempatnya menginap.

Mendiang Markus Aron Aput pernah ditelpon Bupati Sekadau, Rupinus pada 27 Maret 2018 saat dalam perjalanan dari Sekadau menuju Pontianak.

Kemudian saat Bupati Sekadau berada di bandara internasional Supadio Pontianak hendak terbang menuju Jakarta, sekitar pukul 14.30 WIB, Ferdinando Kusno stafnya yang saat itu mendampingi mendiang menghubungi Bupati Sekadau menyampaikan berita duka bahwa Markus Aput meninggal dunia.

Mendiang Markus Aput meninggal dunia saat melaksanakan tugas kedinasan di Jakarta saat tertidur. Sehari sebelum meninggal dunia, Mendiang Markus Aput mengikuti acara Rakor HWS di Kalibata.

Menurut penuturan Kusno, sebelum acara selesai  mendiang Markus Aput pamit pulang ke hotel lebih awal dari peserta yang lain, karena kondisi kesehatannya kurang baik.

Sementara Kusno diminta mendiang untuk mengikuti acara sampai selesai.

Malam harinya, sekitar pukul 20.00 wib mendiang Markus Aput memanggil Kusno ke kamarnya, dan meminta bantuan Kusno untuk mengeroknya.

“Setelah selesai dikerok  mendiang pun mempersilahkan Kusno kembali ke ruangan kamarnya untuk istirahat karena esok harinya akan kembali ke Pontianak. Saya mau istirahat dulu, nanti kalau ada apa-apa, saya hubungi kamu,” kata Kusno menirukan ucapan mendiang Markus Aput.

Padahal lanjut Kusno, Jadwal penerbangan mendiang dan Kusno pulang ke Pontianak seharusnya Selasa sore, 27 Maret 2018 pada jam15.00 wib. Namun, kata Kusno sampai jam 10.00 wib mendiang Markus Aput juga tak kunjung keluar dari kamar hotel untuk melakukan check out.

Sementara Bupati Sekadau mengatakan, lima hari sebelumnya, mendiang Markus Aput pernah menghadap Ia diruang kerjanya.

Saat menghadap mendiang berkoordinasi soal kedinasan, mendiang juga sempat mengutarakan kondisi kesehatannya kepada Bupati.

“Almarhum menceritakan kepada saya kalau selama ini tulang punggung belakang dan kaki sering sakit. Almarhum sudah beberapa kali pergi ke Kuching Malaysia untuk berobat.  Namun penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh, dan almarhum juga bercerita kepada saya, disamping berobat medis almarhum juga berobat kampung,” pungkasnya. (sutarjo)