Ingatkan CPNS, Jokowi Masyarakat Ingin Dilayani dengan Cepat

oleh
Para CPNS Setkab peserta Presidential Lecture Tahun 2017, di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (27/03/18). Foto : Humas Sekretariat Kabinet

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahwa pemerintah dituntut untuk bekerja lebih cepat, lebih responsif, lebih tanggap dan lebih efisien. Birokrat juga sama, lanjut Presiden, juga dituntut bekerja lebih cepat, lebih responsif, dan lebih efisien.

Ia memberikan contoh saat menjadi gubernur pernah cek waktu yang diperlukan untuk urusan perizinan yaitu Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang hanya satu lembar, isinya nama perusahaan, nama pemilik, alamat, modal usaha, dan jenis usaha, perlu waktu 2 (dua) minggu.

“Padahal hanya nulis tadi, nama perusahaan, nama pemilik, alamat, modal kerja, jenis usaha. Hanya lima tulisan. Saya tungguin 2 menit selesai. Harusnya 2 menit selesai, karena memang ini selesai,” ungkap Presiden Jokowi saat berbicara pada acara Presidential Lecture kepada CPNS Tahun 2017, di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (27/03/18) pagi.

Hal-hal seperti inilah, tegas Presiden, yang harus diketahui CPNS  bahwa masyarakat ingin dilayani cepat, ini birokrat-birokrat kita ini bekerja cepat. Kalau bisa diselesaikan 3 menit, tambah Presiden, ya selesaikan 3 menit, kenapa harus  minggu.

“Inilah tugas saudara-saudara dan tantangan Saudara-saudara ke depan, birokrasi kita ini harus kita siapkan, sehingga kita betul-betul bisa menghadapi tantangan-tantangan global, tantangan-tantangan zaman yang tadi saya sampaikan. Perubahan yang sangat cepat sekali,” tutur Presiden.

Sebagai birokrat. Presiden meminta para CPNS harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, harus mengikuti adanya gagasan-gagasan inovatif yang ada, harus mengikuti dinamika politik, sosial dan ekonomi, dan jangan lupa harus selalu mendengar keinginan-keinginan masyarakat itu apa.

Kalau masyarakat ingin dilayani cepat, lanjut Presiden, jangan sampai para birokrat melayani dengan lambat.

“Dimaki-maki kita nanti,” ujarnya.

Untuk itu, Presiden Jokowi berpesan, agar para CPNS harus terus penuh dengan rasa keingintahuan, harus kepo.

“Sekali lagi harus kepo, ingin tahu, ingin ngerti, jangan rutinitas, jangan monoton, saudara-saudara harus kepo terhadap perkembangan iptek, harus kepo terhadap inovasi, harus kepo terhadap dinamika jaman, harus kepo terhadap aspirasi dan keinginan masyarakat. Jangan hanya kepo terhadap mantan pacar saja,” tutur Presiden.

Kepala Negara juga mengingatkan, sebagai warga negara yang terpilih dari 2,4 juta pelamar, CPNS punya tanggung jawab yang besar, tanggung jawab sosial, tanggung jawab dalam menghormati hukum dan ketertiban sosial, tanggung jawab dan menjunjung tinggi etika, dan sopan santun.

“Saudara-saudara menjadi sosok- sosok istimewa bagi bangsa kita ini karena terpilih tadi,” tegas Presiden seraya berpesan agar CPNS juga menjadi simpul pemersatu bangsa ini, menjadi pembela Pancasila yang aktif, mengamankan dan mengamalkannya.

“Menjadi birokrat-birokrat yang penuh integritas, dan bebas dari korupsi, yang melayani masyarakat. Serta birokrat yang membawa lompatan-lompatan kemajuan bagi kejayaan bangsa kita Indonesia,” pungkas Presiden Jokowi. (Humas Sekretariat Kabinet)