Tersisa 48 Hektare, Pemkot Pontianak Targetkan 2020 Tidak Ada Kawasan Kumuh

oleh
Kawasan kumuh di Kota Pontianak. Foto : dd

PONTIANAK – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pontianak, Amirullah mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 48 hektare kawasan kumuh  yang ada di Kota Pontianak.

“Lahan kumuh yang tersisa ada 48 hektare, dan pemerintah masih terus berupaya untuk mengentaskan program itu,” ujarnya, Selasa (27/03/18) pagi.

Disebutkannya, Pemkot Pontianak melaksanakan program pengentasan kawasan kumuh itu sesuai dengan target program, yakni 100 persen akses air bersih, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen sanitasi yang baik.

“Dibandingkan dengan tahun 2015 terdapat 70 hektare kawasan kumuh, berarti terjadi pengurangan ditahun ini,” ujarnya.

Dalam dua tahun terakhir, lanjut Dia, terjadi pengurangan kawasan kumuh di Kota Pontianak, yakni seluas 22 hektare.

“Hingga kini pemerintah telah melakukan pemetaan untuk mengentaskan kawasan kumuh, dan ditargetkan akan tuntas ditahun 2020,” ujarnya.

Dijelaskannya, kawasan kumuh itu tersebar disemua wilayah kecamatan, dan ada yang masuk ketegori berat dan ringan.

Berdasarkan data, sekitar 60 persen kawasan kumuh itu berada di kecamatan Pontianak Timur dan Utara, sehingga fokus pengentasan kumuh difokuskan pada dua wilayah tersebut.

“Untuk kecamatan Pontianak Kota, yakni kampung Sawah, Kelurahan Mariana hingga kini kawasan kumuhya sudah ditangani dengan baik, namun masih ada yang masih dalam pembenahan,” ujarnya.

Anggaran yang digunakan untuk pementasan kawasan kumuh ini, ungkap Ia, tidak hanya dibiayai dari APBD Pemkot Pontianak, namun juga dibiayai dari APBN, termasuk konsep water front city, yang menata kawasan pinggiran sungai kapuas. (dd)