Jaringan 5G Memang Cepat, Tapi Awas Radiasinya

oleh

JAKARTA – 5G akan mengubah segalanya, di mana saja, selamanya. Termasuk hidup kamu! 5G (singkatan dari “generasi kelima”) adalah teknologi nirkabel internet terbaru yang menjanjikan kecepatan pengunduhan secepat kilat serta wujud dari “Internet of Things” yang sama sekali baru.

Teknologi ini menjanjikan pemasukan triliunan dolar untuk negara-negara adidaya, tidak heran Negara-negara tersebut dengan antusias membuka jalan lebar-lebar untuk 5G.

5G memang hebat. Perhatikan saja, 5G LTE bisa mencapai 50 kali daya dari kecepatan teknologi 4G LTE saat ini. 5G akan mengurangi waktu pengunduhan hingga hanya nanodetik – 10 gigabit per detik, pada perkiraan, yang sekitar 50 hingga 100 kali lebih cepat daripada kecepatan 4G kami saat ini. Dan diperkirakan akan ada lebih dari 100 miliar perangkat yang akan terintegrasi ke jaringan ini.

Diperkirakan pada tahun 2020, 5G sudah bertebaran dimana-mana. Tapi apakah kamu tau resiko mengerikan yang mungkin terjadi?

Yang membuat 5G ‘menjadi menakutkan’ adalah 5G mungkin saja menimbulkan lebih banyak risiko kesehatan dengan capaian kecepatan streaming super cepat dan kemampuan data tak terbatas dengan memanfaatkan bandwidth yang belum pernah digunakan sebelumnya yang disebut gelombang milimeter (MMW) yang merupakan gelombang radio dengan frekuensi sangat tinggi 30 GHz dan 300 GHz (serta memanfaatkan beberapa frekuensi mid-range dan lebih rendah).

5G juga akan membutuhkan pemancar dengan jumlah fantastis dan kapasitas EMF (Electronic Magnetic Fields) yang tidak akan terbayangkan.

Ini artinya adalah bahwa teknologi baru ini akan membutuhkan jutaan pemancar yang lebih banyak – lebih banyak router di rumah kita dan pemindai di setiap tiang telepon yang berjarak sekitar 150 hingga 200 kaki di atas setiap ruas jalan di seluruh dunia.

“Internet of Things” yang baru akan membawa kita ke dunia kenyamanan yang baru.

Bayangkan seluruh dunia perangkat yang terhubung — mulai dari meter air, botol obat-obatan, penerangan di jalanan, kulkas, dan AC, dan semuan perangkat elektronik lainnya. Mesin, mobil, bangunan, dan perangkat akan diintegrasikan dengan perangkat elektronik, perangkat lunak, sensor, router, aktuator, dan konektivitas jaringan, memungkinkan semuanya untuk berkomunikasi dalam nanodetik, tanpa hambatan.

Desiree Jaworski, direktur eksekutif Center for Safer Wireless, menjelaskan, “Sinyal 5G akan lebih sulit untuk dihindari orang, karena pemancar 5G akan bertebaran. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah dampak dari radiasi dari “Internet of Things” di era 5G?

Taukah kamu kalau teknologi 5G bisa menembus kulit hingga kedalaman 8 milimeter. Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa ketika gelombang radio menembus kulit, mereka dapat menyebabkan penyakit kulit, peradangan yang menjadi penyebab dari penyakit modern semisal diabetes hingga kanker.

Studi pun menyiratkan bahwan radiasi gelombang radio tingkat rendah dengan daftar panjang dampak kesehatan yakni: Kerusakan sel dan kerusakan DNA, Pengurangan melatonin, Gangguan metabolisme sel, Gangguan produksi energi mitokondria, dan sebagainya.

Studi tentang bahaya radiasi EMF 5G sejauh ini, yang menyimpulkan bahwa 5G “aman,” tanpa mempertimbangkan frekuensi gelombang radio yang digunakan sebagai media pembawa informasinya, yang mungkin saja jauh lebih berbahaya bagi kesehatan manusia daripada saat ini.

Sebagaimana Profesor Berkeley Dr. Joel Moskowitz mengingatkan bahwa penelitian tentang gelombang gelombang mikro telah menunjukkan emisi yang dapat menyebabkan toksisitas gen dan putusnya untai DNA.

Dan, suka atau tidak, era 5G akan datang. Yang bisa kita lakukan adalah mengurangi potensi risiko efek dari gelombang 5G ini. Jadi hal terbaik yang dapat dilakukan adalah melindungi diri dan keluarga kamu dari gelombang radio yang kuat ini. (ferisulianta)