Gandeng CU, Karolin Fokuskan Membantu Usaha Kecil Menengah di Kalbar

oleh
Calon Gubernur Kalbar, Karolin Margret Natasa saat pengukuhan tim relawan dan kampanye pasangan Karolin-Gidot. Foto : Istimewa

SINTANG – Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor  dengan nomor urut dua, dr. Karolin Margert Natasa mengharapkan Credit Union yang ada di setiap daerah di provinsi itu untuk bisa memaksimalkan perannya dalam membantu akses permodalan bagi pengusaha kecil menengah atau Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)

“Selama ini, akses permodalan masih menjadi salah satu kendala dalam pengembangan UMKM yang ada di Kalbar, bahkan ini juga terjadi di seluruh Indonesia. Untuk itu, peran lembaga keuangan seperti perbankan dan CU jelas diperlukan untuk membantu akses permodalan bagi UMKM,” kata Karolin, saat melakukan kampanye dialogis dengan anggota CU Keling Kumang di Sintang, Selasa (27/03/18).

Menurutnya, satu dari sekian permasalahan yang dihadapi oleh UMKM adalah ketersediaan modal dan sulitnya akses permodalan terhadap lembaga keuangan bank sebagai pemberi kredit modal usaha.

“Akhirnya, banyak para pelaku UMKM mendapatkan kredit modal usaha dari bank keliling atau dari para pelepas uang dengan tingkat suku bunga yang tinggi dan memberatkan,” ujarnya.

Untuk itu, diharapkannya, CU ke depan bisa membantu UMKM, agar bisa mudah mendapatkan akses permodalan.

Dia memaparkan, di Indonesia, Credit Union atau dikenal sebagai koperasi kredit sejak tahun 1970an dan mempunyai peranan penting dalam hal keuangan, kelembagaan dan sosial.

Sebagai lembaga keuangan berbentuk koperasi, Credit Union dimiliki dan diawasi oleh anggota yang memanfaatkan pelayanannya.

“Makanya, ini menjadi hal yang harus dikembangkan, agar semakin banyak masyarakat kita bisa merasakan manfaat dari keberadaan CU,” katanya.

Sebagai calon  Gubernur Kalbar, Dia menyatakan, jika CU memiliki unit pengembangan masyarakat, saat dipercayakan masyarakat untuk memimpin Kalbar.

Dia berharap agar CU bisa berkolaborasi dengan pemerintah untuk melatih masyarakat.

“Misalnya ada kegiatan pembinaan untuk penjahit, diharapkan pelatihan itu bisa optimal, sehingga selain membantu pemibayaan, CU juga bisa memaksimalkan potensi usaha masyarakat,” kata tuturnya. (rilis)