Cornelis Sebut Cagub yang Angkat Isu Pemekaran Kapuas Raya, Minim Pengalaman Dalam Pemerintahan

oleh
Drs. Cornelis, MH saat pengukuhan tim relawan dan pemenangan Karolin-Gidot di Sintang. Foto : Istimewa

SINTANG – Calon Gubernur Kalimantan Barat (Cagub Kalbar) nomor urut dua, dr. Karolin Margret Natasa meminta masyarakat di wilayah timur provinsi ini, memahami betul alur cerita tentang pemekaran provinsi Kapuas Raya.

Menurutnya, selama ini pemerintah provinsi Kalbar tidak pernah menghambat pemekaran Kapuas Raya.

“Dalam 10 tahun ini, pemprov Kalbar tidak pernah anti terhadap pemekaran. Hanya saja kewenangan itu kan bukan di tangan kita. Kita tidak bisa menjanjikan sesuatu yang bukan berada ditangan kita, itu tidak realistis kalau kewenangan bukan di tangan kita,” jelas Karolin saat pengukuhan tim kampanye dan relawan Karol-Gidot di Sintang, Selasa (27/03/18).

Sebagai seorang politisi yang sudah berpengalaman dibidang pemerintahan karena pernah menjabat dua periode di DPR RI, Karolin ingin fokus mengkampanyekan visi dan misi yang realistis saat maju pada Pilkada Kalbar 2018.

“Prioritas pembangunan tetap bagaimana membangun infrastruktur dan membuka akses keterisolasian masyarakat pedalaman. Lalu, pelayanan publik yang baik dan pemberdayaan masyarakat, pelayanan publik itu termasuk pendidikan dan kesehatan,” paparnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar Cornelis mengungkapkan, di Sintang isu pemekaran wilayah yang dikembangkan oleh calon lain cukup kencang di lontarkan kepada masyarakat, untuk meraih dukungan.

Namun, Dia mengatakan, bahwa masyarakat harus mengetahui untuk memekarkan suatu wilayah masih harus menunggu selesainya proses moratorium (penangguhan) pemekaran wilayah dari pemerintah pusat.

Menurutnya, jika ada yang mengangkat isu pemekaran provinsi di Pilkada Kalbar itu artinya, tokoh tersebut masih minim pengalaman dalam pemerintahan.

“Kalau masih saja menggoreng isu tentang pemekaran Provinsi, berarti masih Cetek pengalamannya. Ada baiknya belajar dulu yang banyak baru mencalonkan diri sebagai Gubernur,” tandas Cornelis.

Pada kesempatan itu, Cornelis yang juga sebagai Ketua Tim Pemenangan pasangan Karolin-Gidot Kalbar, mengingatkan kepada semua tim dan relawan yang ada agar bisa meredam isu yang berkembang dan memberikan penjelasan yang mendidik kepada masyarakat Sintang.

“Saya udah teken draft rencana pemekaran kapuas raya tahun 2012 lalu, semua sudah saya lakukan untuk pemekaran wilayah ini,” sambungnya.

Sedangkan untuk penguatan mesin partai di Pilkada Kalbar tahun ini, Cornelis meminta tim kampanye dan relawan yang ada di Kabupaten Sintang, untuk memaksimalkan kinerja dan memenangkan pasangan cagub dan cawagub nomor urut dua, Karolin dan Gidot.

“Saya yakin, dengan kebersamaan dan kekompakan tim dan relawan yang ada, kita bisa memenangkan Pilkada Kalbar 2018 ini,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar, Cornelis.

Cornelis menegaskan, selama dua periode dirinya menjadi Gubernur, Sintang memberikan sumbangsih kontribusi dukungan pada dirinya, untuk itu, Cornelis berharap, dukungan itu bisa diarahkan kepada pasangan Karolin-Gidot pada pilkada Kalbar 2018 ini.

“Selain itu, saat mencalonkan diri menjadi anggota DPR, suara Karolin di Sintang ini juga cukup besar, sehingga kita harap dukungan itu juga bisa diberikan kembali masyarakat Sintang untuk Karolin,” pungkasnya. (rilis)