Ajak Masyarakat Tolak dan Awasi Money Politik di Pilkada

oleh
Alipius, SH Koordinator Divisi Penindakan Panwaslu Kabupaten Sanggau. Foto : Indra

SANGGAU – Disetiap momen Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), money politik menjadi salah satu yang paling rawan dilakukan kontestan untuk memenangkan pertarungan Pilkada.

Untuk itu, peran masyarakat terlibat secara aktif mengawasi proses pelaksanaan Pilkada menjadi suatu keniscayaan yang sangat dibutuhkan demi melahirkan pemimpin yang kredibel sesuai harapan masyarakat.

“Kalau potensi kearah pelanggaran tetap ada, apalagi dalam waktu dekat kita akan memasuki bulan suci ramadhan dan gawai dayak, potensi money politiknya tetap ada. Oleh karenanya kami dari Panwaslu tidak henti-hentinya mengingatkan agar tidak melakukan hal-hal yang melanggar aturan,” kata Alipius, SH Koordinator Divisi Penindakan Panwaslu Kabupaten Sanggau, Selasa (27/03/18).

Kepada masyarakat, dia mengingatkan tidak menerima uang, barang atau hadiah dari tim sukses untuk memilih pasangan calon tertentu karena hal itu tidak dibenarkan dan berpotensi menciderai Pilkada.

“Kan ada juga masyarakat yang tidak tahu bahwa tidak boleh menerima uang atau barang. Tugas kita adalah memberikan pemahaman kepada mereka dan itu sudah kita lakukan baik melalui imbauan di masyarakat saat acara Panwaslu maupun di media massa,” ujarnya.

Jika menemukan adanya dugaan pelanggaran money politik, Alipius berharap masyarakat tidak segan-segan melapor.

“Jangan khawatir, laporkan saja, pasti kita tindaklanjuti dan kami menjamin identitas pelapor,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Pemuda Melayu Sanggau, Nur Kurniawan mengakui sangat sulit menghapus praktik politik uang ketika cara berpikir kontestan Pilkada masih transaksional.

Dikatakannya, idealnya, pemilu merupakan mekanisme pemilihan oleh publik untuk memilih pejabat publik dengan melihat aspek visi dan misi program, untuk menjawab persoalan-persoalan yang mereka hadapi.

“Masyarakat tidak boleh lagi berpikir transaksional, mari kita berpikir bagaimana melahirkan pemimpin yang berintegritas. Jangan sampai, hanya gara-gara uang Rp50 ribu atau Rp100 ribu masyarakat kehilangan pemimpin yang baik,” katanya.

Oleh karena itu, Ketua KADIN Sanggau itu pun mengingatkan masyarakat untuk mawas terhadap kandidat-kandidat yang menghalalkan segala cara demi kursi Bupati Sanggau. (indra)