Dana KIP di SDN 2 Bukit Sawi Diselewengkan Kepala Sekolah

oleh
Penyerahan uang secara simbolis kepada siswa yang mewakili. Foto : Bani

MUARA TEWEH – Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang dianggarkan tahun 2016  – 2017 untuk siswa Sekolah Dasar Negeri II, Desa Bukit Sawit ternyata masih belum disalurkan kepada siswanya.

Dimana, untuk penerimanya sebanyak 142 siswa, ternyata belum diterima, padahal, dana tersebut sudah diambil oleh Kepala Sekolah.

Kepala Kejaksaan Negeri Barito Utara, Basrulnas, Kamis (22/03/18) mengatakan, pihaknya telah mendapatkan laporan, dengan adanya dugaan penyelewengan dana.

Dengan adanya laporan ini, pihaknya melakukan penyelidikan tentang adanya penyelewengan anggaran tersebut. Dalam penyelidikan ini, ternyata kuat dugaan dana tersebut diselewengkan.

Setelah ada dugaan itu, akhirnya pihak kejaksaan telah melakukan pemanggilan dinas terkait juga Kepala Sekolah mengakui adanya dana yang belum disalurkan kurang lebih Rp 60 juta.

Karena ini masih dalam tahap pengumpulan data, maka dana yang telah digunakan bisa dikembalikan.

“Setelah kita panggil pihak terkait dan mantan kepala sekolah, maka mantan kepala sekolah bersedia mengembalikan seluruh dana itu,” kata Basrulnas.

Dijelaskannya, sesuai dengan ketentuan bila belum ditetapkan sebagai tersangka, maka seluruh dana bisa dikembalikan dan menghapus dugaan tindak pidana.

Dengan dikembalikannya seluruh dana, maka kejaksaan telah menyelematkan uang negara.

Menurut Basrulnas, dengan dikembalikannya seluruh dana, maka dana itu diserahkan kepada seluruh penerima, dimana dalam penyerahan itu diterima empat orang siswa yang mewakili lainnya.

Ditambahkannya, dengan jumlah penyelewengan, yang tidak begitu besar, seperti sekarang yang telah dikembalikan, bila usut hingga sampai pengadilan, maka biaya perkaranya juga lebih besar. Sehingga untuk menghindari kerugian lebih besar lagi, dana lebih baik dikembalikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Barut, H.Masdulhaq mengatakan, kejadian seperti ini menjadi pelajaran bagi guru maupun Kepala Sekolah. Dimana untuk penggunaan anggaran harus dipertanggung jawabkan berapapun jumlahnya.

“Saya berharap kedepan tidak terjadi lagi, karena ini dapat menghambat proses belajar. Harapan kedepan proses pendidikan dapat lebih baik lagi,” pungkasnya.