49 Kasus DBD Hingga Maret 2018, Seorang Pasien Meninggal Dunia

oleh
Petugas Dinkes Saat Melakukan Fogging di Rumah Warga. Foto : Indra

SANGGAU – DBD kembali memakan korban di Kabupaten Sanggau. Berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan Sanggau, 1 pasien meninggal akibat serangan DBD.

“Jumlah kasus DBD sampai 22 Maret 2018 di Kabupaten Sanggau sebanyak 49 kasus dan 1 kematian,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sanggau, Sarimin Sitepu melalui pesan singkatnya melalui WhatsApp, Kamis (22/03/18).

Dikatakannya, terjadinya Kasus DBD sangat berhubungan dengan berbagai faktor risiko yaitu pertama, lingkungan yang masih kondusif untuk terjadinya tempat perindukan nyamuk Aedes.

Kedua, kesadaran masyarakat yang masih kurang mengenai pentingnya pemberantasan sarang nyamuk. Ketiga, meningkatnya mobilitas penduduk.

Dalam pengendaliannya, lanjut Dia, peran serta masyarakat sangat diharapkan untuk menekan kasus ini. Oleh karenanya Dinas Kesehatan membuat program laskar berlian anak sekolah untuk Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus yang perlu terus dilakukan secara berkelanjutan  yaitu, menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.

Kemudian menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, ember, dan lain sebagainya.

Ketiga, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah.

Program laskar berlian lanjut Sarimin, adalah dalam bentuk pencegahan dan tugasnya adalah memantau rumahnya sendiri adanya jentik atau tidak dan kalau ada langsung melaksanakan psn 3 M.

“Kita memantau sekali seminggu dan mengisi blanko yang sudah disiapkan dan mlaporkan hasil kegiatan ke guru UKS sekali sebulan,” terangnya.

Selanjutnya, kata Sarimin, guru UKS melaporkan rekapitulasi hasil kegiatan laskar berlian anak sekolah ke Puskesmas di wilayah kerja masing-masing.

“Nanti Puskesmas melaporkan ke Dinas Kesehatan hasil kegiatan tersebut untuk mengetahui Angka Bebas Jentik se Kabupaten Sanggau. Inilah program pencegahan yang kita lakukan,” pungkasnya.

Sementara program jika sudah terjadi DBD, ada beberapa langkah yang kita lakukan diantaranya penyelidikan epidemiologi yang dilaksanakan oleh petugas surveilen Puskesmas dibantu oleh petugas Dinkes untuk mengetahui penularan yang sudah terjadi. Selanjutnya dengan melakukan abatisasi ditempat penampungan air yang sulit dikuras

“Kita juga melakukan foging untuk membunuh nyamuk dewasa dan tidak kalah pentingnya adalah melakukan penyuluhan tentang PSN dengan cara 3 M plus pada setiap kesempatan,” tuturnya. (indra)