27 Pekerja Migran Asal Indonesia di Deportasi

oleh
Petugas Dari Polsek, P4TKI dan Karantina Entikong saat mendata 27 Pekerja Migran Asal Indonesia Bermasalah yang dideportasi melalui PLBN Entikong, Kabupaten Sanggau. Foto : Istimewa

SANGGAU – Pemerintah Malaysia kembali mendeportasi TKI asal Indonesia. Kali ini, yang dideportasi adalah 27 pekerja migran asal Indonesia yang bermasalah.

Para TKI ini, dideportasi dari Depot Imigrasi Semuja Serian, Malaysia dan KJRI Kuching melalui PLBN Terpadu Entikong, Kabupaten Sanggau, Kamis (22/03/18) sekitar pukul 13.20 Wib.

“Mereka yang dipulangkan 27 orang, dengan rinciannya 23 laki-laki dan 4 perempuan,” kata Waka Polsek Entikong, IPTU. Eeng Suwenda melalui WhatsApp kepada awak media, Kamis (22/03/18) sore.

Dikatakan Waka Polsek, TKI ini dipulangkan dengan menggunakan 2 unit mobil Imigrasi Semuja dengan nomor polisi Wul 4232 dan Wus 6847 dan 1 mobil Dinas KJRI Kuching dengan nomor polisi 29-504-CC yang dikawal langsung oleh KJRI Kuching tiba di PLBN Terpadu Entikong.

Setibanya di PLBN, petugas kemudian melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Pekerja Migran Indonesia Bermasalah tersebut oleh petugas Karantina Kesehatan di PLBN Entikong.

“Hasilnya dari pemeriksaan kesehatan tidak ada ditemukan TKI tersebut dalam keadaan sakit,” ungkapnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, lanjutnya, para TKI tersebut di bawa ke kantor Unit Latihan Kerja Industri (ULKI) Entikong untuk dilakukan pendataan ulang jumlah dan pemeriksaannya, serta dilakukan penandatanganan surat pernyataan untuk tidak kembali lagi ke Negara Malaysia tanpa dokumen lengkap.

“Kita minta mereka membuat surat pernyataan tidak kembali ke Malaysia tanpa dokumen lengkap,” ujarnya.

Petugas juga melakukan proses screning terhadap para TKI bermasalah tersebut.

“Yang melalukan screning itu Anggota Polsek Entikong dan P4TKI Entikong. Penelitian hasil screning dimaksudkan mencari indikasi korban traficking/perdagangan orang sebagai upaya mengusut Agen TKI Ilegal dan jaringannya,” pungkas Waka Polsek.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan beberapa permasalahan yang dialami oleh Pekerja Migran Indonesia Bermasalah tersebut, diantaranya pekerjaan tidak sesuai, gaji tidak sesuai, tidak ada permit kerja dan tidak ada paspor.

TKI yang bermasalah ini, berasal dari Kalbar 13 orang, Jatim 5 orang, NTB 1 orang, NTT 3 orang, Sulsel 2 orang, DKI 2 orang dan Sulbar 1 orang

Setelah dilakukan proses screning Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah tersebut, 25 orang diantaranya diberikan pembekalan selama 3 hari di BLK Entikong, sementara 2 orang (Balita) di kirim ke Depsos Pontianak. (indra)