KPU Pontianak Imbau Pasangan Calon Wajib Menjaga APK

oleh
Baliho (dilingkar merah) pasangan Harry Adryanto-Yandi yang dirusak di depan Kompel YUKA, Jalan Kom Yos Sudarso, Pontianak Barat. Foto : Istimewa

PONTIANAK – Menjelang Pilwako Pontianak, 27 Juni 2018 mendatang, KPU Kota Pontianak mengimbau agar  peserta Pilkada berkewajiban untuk menjaga alat peraga kampanye (APK), baik yang dipasang oleh KPU maupun pasangan calon sendiri.

Komisioner KPU Pontianak, Hefni Supardi menyebutkan, permasalahan Alat Peraga Kampanye (APK) yang rusak atau hilang sudah diatur dalam peraturan KPU, yakni pasal 30 dari ayat 4 sampai 6.

“Dalam ayat 4 disampaikan perawatan, pemeliharaan dan pembersihan maupun penurunan APK yang telah diserahkan kepada tim pasangan calon sebagaimana dimaksud ayat 1 menjadi tanggungan pasangan calon,” ujarnya, Senin (19/03/18) pagi.

Sedangkan, dalam ayat 5, lanjut Dia, jika terjadi kerusakan pada APK, tim pasangan calon dapat mengganti dengan APK yang sama atas persetujuan KPU.

“Dalam ayat 6 penggantian sebagaimana dimaksud ayat 5 menjadi tanggungan pasangan calon,” ujarnya.

Ditambahkan Hifni, APK yang dipasang KPU kadang ada yang hilang bahkan rusak, usai dipasang, hal seperti itu sulit untuk diantisipasi sehingga menjadi kewajiban peserta Pilkada juga untuk menjaganya

“Intinya dalam aturan tersebut APK yang hilang atau yang sengaja dirusak itu memang sudah bukan kewenangan KPU, melainkan kewenangan pasangan calon,” ujarnya.

Ia melanjutkan, adanya pengrusakan APK tidak bisa pungkiri, tetapi dalam aturan tidak ada kewajiban dari KPU untuk mengganti APK yang hilang atau sengaja dirusak tersebut.

“Beda hal dengan yang rusak karena kelalaian pihaknya dalam memasang, seperti perangkat yang kurang kuat atau akibat cuaca,” kata Hefni.

Sejak APK dipasang, artinya sudah diserahkan ke tim pasangan calon atau peserta Pilkada.

“KPU pun katanya tidak mungkin menjaga satu per satu lokasi pemasangan APK tersebut, karena jumlahnya banyak dan tersebar,” kata Hefni. (dod)