Deklarasi Tolak Hoax dan Ujaran Kebencian Jelang Pilkada Barito Utara

oleh
Para peserta membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk kesepakatan bersama menolak hoax dan ujaran kebencian. Foto : Bani

MUARA TEWEH – Untuk menjaga agar proses tahapan dan pelaksanaan Pilkada berlangsung dengan aman dan damai, Polres Barito Utara bersama Forkompinda, TNI, pelajar, ormas dan tokoh masyarakat di Barito Utara  menggelar apel deklarasi menolak hoax dan ujaran kebencian.

Apel itu dilaksanakan di halaman Mapolres Barito Utara itu, Senin (19/03/18)

Dalam pidatonya, Kapolres Barito  Utara AKBP Dosthan Matheus Siregar mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi oleh isu-isu Hoax. Juga  tidak serta-merta mengirimkan kabar bohong atau sekedar iseng yang belum tentu kebenarannya.

“Pelaku penyebar berita hoax bisa terancam Undang-Undang informasi dan transaksi elektronik atau UU ITE,”  terangnya.

Dikatakan Dostan,  situasi Kamtibmas diwilayah hukumnya hingga saat ini masih kondusif dan terkendali.

Jumlah tindak pidana mengalami penurunan,  dimana selama bulan januari 2018 ada sebanyak 19 kasus, namun pada Februari 2018 hanya ada 12 kasus.

Menurutnya,  berdasarkan analisa dan evaluasi Kamtibmas bulan Januari 2018, dari 19 kasus yang ada dapat diselesaikan sebanyak 12 kasus.  Sedangkan bulan Februari 2018, dari 18 kasus tindak pidana berhasil diselesaikan sebanyak 8 kasus, sehingga penyelesaian perkara mengalami kenaikan 66,6 persen.

Dia meminta kepada seluruh elemen masyarakat, agar terlebih dahulu melakukan kroscek terhadap pemberitaan yang beredar serta mempertimbangkan sumber berita tersebut.

“Kita sebagai masyarakat yang cerdas jangan mau dipecah belah oleh informasi yang tidak bertanggungjawab,” pungkasnya. (Bani)