Ada Fakta Dibalik Kecantikan Wanita Mesir Kuno yang Mendunia

oleh

JAKARTA – Boleh jadi Mesir kuno merupakan peradaban fashion yang menjadi rujukan masyarakat dunia. Sebab, masyarakat negara yang terletak di dekat Sungai Nil ini, dikenal sangat memperhatikan soal gaya hingga disebut-sebut sebagai simbol sejarah kecantikan dunia.

Selain orang mesir kuno dikenal sebagai orang yang sombong, mereka juga sangat memperhatikan kecantikan dan kebersihan. Bagi mereka penampilan adalah hal sangat penting, sebab berkaitan dengan cerminan status sosial.

Misalnya saja seorang budak tidak akan pernah memiliki gaya rambut yang sama dengan orang bebas, demikian pula masyarakat kalangan bawah tidak akan pernah memiliki gaya rambut yang sama dengan masyarakat kalangan atas.

Ada berbagai macam medel rambut wanita Mesir kuno, diantaranya ada yang halus bergelombang, keriting panjang, dan pendek sedagu. Dan untuk perawatan rambutnya, mereka menggunakan semacam gel yang terbuat dari zat saripati asam lemak hewan dan tumbuhan. Diantatanya, seperti lemak dari singa, buaya, ular, angsa, kucing, kambing, atau kuda nil pada kulit kepala untuk menjaga kesuburan rambut.

Jika kesulitan atau malas merawat rambut, mereka biasanya menggunakan rambut palsu untuk menutupi kepalanya dan digunkanakan dalam kesehariannya, terutama oleh kalangan bangsawan. Sehingga kala itu, rambut palsu sangat populer tidak hanya di Mesir Kuno, tapi juga di Mesopotamia, Crete, Yunani dan Persia.

Rambut palsu yang paling mahal terbuat dari serat nabati seperti linen, wol domba, dan rambut manusia. Sedangkan yang termurah terbuat dari serat nabati, dan bangsawan hanya menggunakan yang terbuat dari rambut manusia yang dibuat menyerupai helm dam dihias dengan batu mulia lengkap dengan pernak-pernik perhiasan lainnya.

Untuk merawat rambut palsu agar tetap harum, masyarakat Mesir kuno biasanya menggunakan minyak wangi.

Rambut palsu dianggap memiliki status sosial, sehingga semakin banyak rambut palsunya, maka status sosialnya juga semakin tinggi. Bahkan untuk tampil kaya raya di akhirat setelah mati nanti, orang Mesir kuno dikuburkan bersama rambut palsunya. (Shohib Abdul Amalik)