Terdapat 16 Perusahaan Kelapa Sawit yang Tidak Kantongi ISPO, Ini Kata Direktur RSPO Indonesia

oleh

PONTIANAK – Menanggapi, tentang terdapatnya 16 perusahaan perkebunan kelapa sawit yajg tidak memiliki Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Direktur RSPO Indonesia Tiur Rumondang menyatakan, sertifikat RSPO semacam asuransi yang dijanjikan kepada pihak perusahaan sawit bertujuan agar produknya bisa diterima oleh pasar, karena dibentuk dalam kesepakatan multi pihak untuk sawit yang berkelanjutan.

Dari data RSPO Indonesia, untuk di Kalbar tercatat ada enam perusahaan perkebunan sawit pemegang sertifikat RSPO, kemudian sembilan pabrik CPO pemegang sertifikat RSPO, dan sekitar 87 ribu hektare lahan bersertifikat RSPO atau sekitar 450 ribu ton produksi tandan buah segar bersertifikat RSPO.

“Kalau dilihat dari minat pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit cukup tinggi, di Indonesia saja ada sekitar 50 persen lahan bersertifikat RSPO,” ungkapnya.

Cargill Incorporated Yunita Sidauruk mengatakan, Cargill berkomitmen terhadap lingkungan dengan tidak melakukan kegiatan pembukaan lahan perkebunan di kawasan hutan, kemudian tidak menanam di lahan gambut, dan tidak membakar lahan, serta menghormati petani.

“Masa depan kelapa sawit tentunya juga diharapkan dari petani sekitar, apalagi 70 ribu hektare lebih kebun inti Cargill di Kalbar, dan sudah sertifikasi RSPO dan termasuk petani plasmanya,” katanya. (rls)