Ratusan Foto Telanjang Anggota Militer Wanita AS Beredar

oleh
Ilustrasi Anggota Militer Wanita. Foto : Istimewah

WASHINGTON – Sekitar 267 foto telanjang anggota militer wanita Amerika Serikat diduga telah dibagikan di internet melalui folder aplikasi Dropbox. Folder yang diberi label Hoes Hoin itu berisi swafoto atau selfie hingga gambar wanita yang melakukan tindakan seksual.

Vice News mencatat, link tersebut diduga beredar pada bulan lalu di sebuah grup Facebook yang disebut “Blame Marines United (Edisi Non-Butthurt). Grup ini kabarnya hanya terbuka untuk pria.

Dikutip dari Teen Vogue, Minggu (11/03/18), pada 6 Maret lalu, grup itu ditutup Facebook setelah veteran Korps Marinir Erin Kirk Cuomo memberi tahu platform media sosial untuk keberadaannya.

Namun Facebook maupun Dropbox tidak menanggapi permintaan komentar mereka.

Nama grup Facebook yang dimaksud mengacu pada kelompok lain yang berjudul “Marinir United” yang telah diteliti tahun lalu karena berbagi foto telanjang anggota layanan wanita dan veteran.

Setelah insiden tersebut, 93 marinir wanita menulis sebuah surat terbuka yang menggambarkan budaya militer sebagai tempat. Insiden tersebut kemudian memotivasi anggota parlemen untuk mengalokasikan dana bagi para pemimpin Korps Marinir untuk memerangi kesengsaraan dalam jajaran.

Pada Mei 2017, pembagian rahasia foto eksplisit menjadi sebuah kejahatan berdasarkan hukum militer.

Juru bicara Pentagon, Mayor Carla Gleason mengatakan, Departemen Pertahanan akan terus memantau semua aktivitas media sosial. “Tantangannya tetap menjadi sadar dan mengidentifikasi korban cyberbullying dan cyber pelecehan, serta mengidentifikasi orang-orang yang melakukan pelanggaran,” tambahnya.

Setelah melaporkan grup baru ke Facebook, Cuomo membawa ke Twitter untuk berkomentar tentang bagaimana kejadian seperti ini tidak hanya mempengaruhi wanita yang terlibat, tapi juga orang-orang yang selamat di mana-mana.

Perwakilan dari Dropbox telah menanggapi berita mengenai folder yang berisi foto eksplisit anggota layanan wanita AS. Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Dropbox mengatakan kepada Teen Vogue:

“Tautan ini telah dihapus dan dilarang sehingga tidak dapat diedarkan kembali di Dropbox Seperti biasa, kami menyelidiki laporan konten yang melanggar Kebijakan Penggunaan Berterima kami Jika kami menemukan pelanggaran, kami mencatat konten dan jika sesuai, ambil yang lain tindakan seperti melarang konten dan / atau pelaporan ke penegak hukum.” (rakyatku)