30 TKI di Malaysia Kembali Dideportasi, Diantaranya Alami Kecelakaan Kerja

oleh
TKI Bermasalah Yang Mengalami Patah Kaki Akibat Kecelakaan Kerja di Malaysia. Foto : Istimewah

SANGGAU.- Pemerintah Malaysia kembali mendeportasi Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah (TKI B) melalui PLBN Entikong, Rabu, (07/03/18) sekitar pukul 13.00 Wib.

Kali ini, mereka yang dikembalikan ke tanah air sebanyak 30 orang dengan menggunakan 1 unit truk Imigressen Semunjan Sirian amalaysia dan di dampingi Konsulat  Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching, Malaysia.

“Ada 30 orang TKI B yang dipulangkan melalui PLBN Entikong. Satu diantara mereka mengalami patah kaki akibat kecelakaan kerja,” kata Waka Polsek Entikong, IPTU. Een Suwenda kepada awak media, Rabu.(07/03/18).

Dari 30 orang tersebut, kata Waka Polsek, 22 orang laki – laki dan 8 orang perempuan. Para TKI berasal dari daerah yang berbeda – beda yakni Provinsi Kalbar sebanyak 18 orang, Provinsi Riau 1 orang, Provinsi Jatim 3 orang, Provinsi Jabar 1 orang, Provinsi Sulsel 1orang, Provinsi NTT 2 orang dan Provinsi NTB 4 orang.

Kata Waka Polsek, dari hasil screning ditemukan beberapa permasalahan yang dialami Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah (TKI-B) tersebut diantaranya pekerjaan tidak sesuai, gaji tidak sesuai, tidak memegang paspor dan tidak punya Visa/ Permit kerja. Setelah dilakukan screning, para TKI Bermasalah tersebut dipulangkan ke daerah asalnya dan menandatangani surat pernyataan tidak kembali ke Malaysia tanpa dokumen lengkap.

Untuk itu, Waka Polsek meminta dilakukan pengecekan dan pemeriksaan lebih ketat terhadap para WNI / TKI yang akan masuk ke Malaysia melalui PLBN terpadu Entikong agar masuk memiliki dokumen yang lengkap dan sesuai dengan prosedur TKI, Sehingga diharapkan dapat mengurangi terjadinya TKI Bermasalah.

“Sosialisasi kepada masyarakat hingga lapisan bawah tentang prosedur menjadi TKI yang resmi harus terus kita lakukan sehingga masyarakat mengetahui dokumen apa saja yang perlu di bawa atau dilengkapi apabila akan bekerja ke luar negeri khususnya Malaysia,” tuturnya. (indra)