Polisi Bekuk Pemilik Akun FB Penebar Ujaran Kebencian di Pontianak

oleh
Ilustrasi. Foto : kriminologi.id

PONTIANAK – Tim Jatanras Polresta Pontianak Kota, Minggu (04/03/18) kemarin, pukul 21.00 wib, menangkap IR di Jalan Krakatau, Kelurahan Akcaya, Pontianak Selatan, terkait postingan ujaran kebencian di media sosial tentang “TATUNG DAN BARONGSAI ITU BUDAYA SAMPAH”.

Postingan tersebut, diunggah IR, Sabtu (03/03/18) sekira pukul 05.37 Wib. Kicauan IR mendapat berbagai tanggapan dari orang yang membaca dan pemilik akun lain yang dapat menimbulkan SARA.

Maksud dari IR menulikan “TATUNG DAN BARONGSAI ITU BUDAYA SAMPAH” ini kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kota. Kompol  Muhamamad Husni Ramli, protes dari IR pada acara Barongsai dan Tatung di Jalan Gajah Mada, Pontianak.

“Terlapor kecewa, karena setelah acara banyak sampah yang bertebaran di jalan Gajah Mada dan menulis tulisan “TATUNG DAN BARONGSAI ITU BUDAYA SAMPAH” dalam akun facebook milik terlapor agar bisa di baca oleh orang lain,” ujarnya Senin (05/03/18).

Postingan IR, kemudian dibagikan oleh Akun Facebook lainnya serta dilaporkan ke Polresta. Anggota Jatanras Polresta, kata Kompol Husni Ramli, kemudian melakukan penyidikan terhadap pemilik akun IR tersebut.

Dari hasil penyelidikan, kemudian diketahui posisi pemilik Akun yang menimbulkan resah.

Pemilik akun ini lanjut dia, diamankan dikediamannya. Dihadapan anggota Jatanras, IR mengaku menulis dan memposting di akunnya sendiri.

Ia juga mengaku, menulis dan memposting ke Facebook menggunakan Handphone.

Handphone itu kini menjadi barang bukti untuk memperdalam kasus dugaan tindak pidana di Bidang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“IR juga, dikenakan UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pada pasal 45 A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) dengan ancaman di atas lima tahun,” pungkasnya. (jon).