Hebat..!! Kambajo Bangun Stadion Sepak Bola Terbesar di Asia Tenggara

oleh
Sao Sokha, Ketua Umum FFC (PSSI-nya Kamboja). Foto : phnompenhpost.com

JAKARTA РHebat! Mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan Federasi Sepak bola Kamboja (FFC) dibawah pimpinan Sao Sokha. Setelah kinerja mereka mendapatkan apresiasi dan pengakuan dari induk sepak bola dunia, FIFA karena mampu mengembangkan sepakbola Kamboja menjadi jauh lebih baik (dan berujung pula pada pemilihan Sao Sokha untuk menjadi ketua Umun FFC untuk masa bakti 4 tahun kedepan), kini mereka kembali melakukan gebrakan yang mencengangkan. Yakni mereka akan membangun stadion bertaraf internasional dengan kapasitas yang besar.

Sao Sokha dan jajarannya berhasil meyakinkan pemerintah untuk membangun stadion yang berkapasitas 100.000 tempat duduk.

Iya! 100.000 tempat duduk! Stadion yang akan diberi nama Morodoc Decho Stadium ini rencananya akan dipergunakan sebagai venue pembukaan dan penutupan Sea Games 2023 mendatang, estimasi biaya yang mencapai 157 juta dollar, stadion ini dipastikan akan memiliki fasilitas skala internasional dengan kelengkapan seperti lapangan sepakbola, blok perkantoran, 400 ruangan, 2 ruang makan berukuran besar, 6 arena yang berbeda, dan tentunya gym untuk training.

Dengan segala kemewahan tersebut, dan juga kapasitas yang mencapai 100.000 tempat duduk, bisa dipastikan Stadion ini akan menjadi stadion terbesar di kawasan Asia Tenggara. Sejauh ini, nama-nama stadion tenar seperti Bukit Jalil Malaysia dan Gelora Bung Karno Indonesia menjadi dua stadion yang memiliki kapasitas terbesar di Asia Tenggara. Bukit Jalil yang dibangun pada tahun 1996, semula berkapasitas 110.000 tempat duduk, meski pada perkembangannya, setelah melalui berbagai tahap renovasi, kini memiliki daya tampung sekitar 87.411 tempat duduk. Begitu pula dengan Gelora Bung Karno Indonesia. pada awal pembangunannya dahulu, SUGBK memiliki kapasitas yang mampu menampung penonton hingga 110.000 orang. Namun, sama halnya dengan Bukit Jalil Malaysia, setelah melalui berbagai tahap renovasi, SUGBK kini hanya mampu menampung sekitar 76.000 penonton saja.

Dan dengan keberanian dari Kamboja, yang selama ini terkenal sebagai salah satu negara lumbung gol bagi Indonesia untuk membangun stadion Morodoch Decho, (meski akhir-akhir ini timnas Indonesia mulai kesulitan untuk mampu mengalahkan mereka), bisa dipastikan stadion dengan kapasitas terbesar dikawasan Asia Tenggara akan beralih dari Indonesia, Malaysia, ke negara Kamboja. Bahkan, dalam perhitungan pemerintah Kamboja, stadion ini diperkirakan akan rampung dibangun dalam 3 tahun kedepan. Sebuah waktu yang relatif cepat mengingat pembangunannya dimulai dari nol, bukan renovasi.

Warning untuk Indonesia, dengan pembangunan stadion yang berkapasitas besar di Kamboja, setidaknya hal ini adalah pertanda jika persepakbolaan Kamboja mulai berbenah dan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Jadi jangan heran, dalam beberapa tahun kedepan, bisa jadi Kamboja akan berubah menjadi lawan yang menyulitkan bagi Timnas Indonesia, jika federasi, timnas dan seluruh elemen persepakbolaan Indonesia tidak mampu mengembangkan sepakbola dengan baik. (armada11)