5 Hektar Lahan Gambut di Singkawang Hangus Terbakar

oleh

SINGKAWANG – Lahan gambut seluas 5 hektar di Jalan Marhaban Dalam, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan hangus terbakar, Monggu (18/02/18) sekitar pukul 18.00 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Singkawang, Burhanuddin mengatakan, lahan yang terbakar merupakan milik warga setempat yang sudah ditanami nanas, resam, pakis dan kayu cengkodok. Pihaknya masih mencari tahu apa yang menyebabkan kebakaran lahan tersebut.

“Kondisi api masih menyala dan sedang dilakukan upaya pemadaman dengan memakai peralatan mekanik,” ujarnya, Senin (19/02/18) kemarin.

Adapun tim yang terlibat dalam pemadaman kebakaran tersebut, satu regu personil dari Manggala Agni, satu personil TNI, enam orang masyarakat setempat dan tiga orang dari BPBD Singkawang.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Singkawang, Jayadi mengatakan, melihat situasi cuaca sekarang ini dia mengimbau kepada warga khususnya yang memiliki lahan untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

“Imbauan ini sudah kami sampaikan berkali-kali setiap memasuki musim panas di setiap kecamatan yang ada di Kota Singkawang,” katanya.

Dimohon untuk berhati-hati saat musim panas khususnya di wilayah gambut.

“Upayakan untuk merubah kebiasaan bersih-bersih lahan dengan cara dibakar atau sambil merokok di lahan gambut. Karena hal ini dapat mengakibatkan kebakaran lahan,” ujarnya.

Apalagi pembakaran lahan yang dilakukan dengan sengaja, tentunya akan mendapat sanksi hukum yang setimpal sebagaimana yang sudah diatur dalam UU No.41 tahun 1999 (untuk pelaku pembakaran hutan) dan UU No.32 tahun 2009 (untuk pelaku pembakaran lahan).

“Dalam UU ini disebutkan bahwa ancaman bagi pelaku yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dapat dipenjara 15 tahun dan denda Rp 5 miliar. Sedangkan ancaman bagi pelaku pembakaran lahan dapat dipenjara minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun dengan denda minimal Rp 3 miliar atau maksimal Rp 10 miliar,” jelasnya.(mizar)