Diskominfo dan Dewan Kaji Referensi Perda LPPL ke Tabalong

oleh

KUALA KAPUAS – Jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kapuas dan DPRD Kabupaten Kapuas yang tergabung dalam Komisi III serta Ketua Bapemperda DPRD Kapuas melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tabalong Provinsi Kalsel, belum lama tadi.

Kunjungan kerja ke kabupaten berjuluk Kota Saraba Kawa ini untuk belajar tentang Perda Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL). Pasalnya kabupaten ini telah memiliki Perda LPPL yang didalamnya mencakup pengoperasional TV dan radio lokal dengan nama Tabalong TV dan Radio Tabalong.

Dalam kunjungan itu dari Jajaran Dinas Kominfo Kapuas dipimpin oleh Sekretaris Diskominfo Dr H Suwarno Muriyat dan didamping dua orang Kasi dan Bendahara. Sementara itu dari DPRD Kapuas dipimpin oleh Ketua Komisi III Kapuas Kunanto dan Ketua Badan Pembuat Perda, Romi Adam HB serta staf sekretariat dan Kepala Bagian Hukum Setda Kapuas Kristop beserta Kasubbag.

Kadatangan rombongan dari Kabupaten Kapuas disambut langsung Kabid Pengelolaan Informasi Saluran dan Komunikasi Publik Tabalong, Gusti Judid Ihsan, yang didampingi Kasubag Peraturan Perundang-undangan Bagian Hukum Setda Tabalong Norma Jahriati bertempat di studio TV dan Radio Tabalong.

Suwarno Muriyat mengutarakan alasan dipilihnya Kabupaten Tabalong sebagai lokasi referensi dan kajian Raperda LPPL Radio 91,4 FM Kapuas. “Dari data dan informasi yang kami miliki ternyata Kabupaten Tabalong telah memiliki Perda LPPL TV dan Radio bahkan telah memiliki ijin operasional dari Kementerian Kominfo,” ucap Suwarno.

Sementara itu Ketua Komisi III Kapuas Kunanto dan Ketua Bapemperda Romi Adam HB menyatakan mendorong segera diterbitkannya Perda LPPL Televisi dan Radio Kabupaten Kapuas. “Kami dari dewan siap mengawal pembuatan Perda beserta anggarannya, diharapkan tahun ini perda bisa diselesaikan,” katanya.

Sedangkan Kabid Pengelolaan Informasi Saluran dan Komunikasi Publik Tabaong, Gusti Judid Ihsan, mengungkapkan, Kabupaten Tabalong sejak 2015 telah memiliki Perda LPPL yang mangatur tentang TV dan radio lokal.

“TV dan radio dikelola secara professional dan mampu menyumbangkan PAD bagi Tabalong dan tahun depan sudah tidak ada subsidi dari Pemda kepada TV maupun radio karena penghasilan mereka mampu mencukupi biaya opersional,” ungkap Gusti. (irs)