OTT Kepala BPN Sanggau, Jadi Pembelajaran Pejabat Lain

oleh

SANGGAU – Tokoh masyarakat Sanggau Andi Darsudin mengapresiasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Kalbar pada Rabu (07/02/18) sekitar pukul 10.00 Wib terhadap sejumlah oknum pejabat BPN Sanggau.

Menurutnya, OTT tersebut mesti menjadi pembelajaran bagi Pejabat negara lainnya untuk amanah dalam menjalankan tugas.

“Saya mengapresiasi langkah tegas Kapolda yang berani menindaktegas oknum pejabat nakal seperti itu. Sebenarnya cerita pungli pengurusan sertifikat ini sudah lama, tapi baru sekarang dibawah kepemimpinan Kapolda yang baru ada OTT,” puji Andi, Kamis (08/02/18).

Dikatakan Andi, selama ini, masyarakat dibuat susah dengan berbagai pungli yang dilakukan di BPN. Harga pengurusan sertifikat diluar ketentuan yang berlaku pada Peraturan Pemerintah RI No. 128 Tahun 2015. Belum lagi lamanya proses pengurusan sertifikat.

“Banyak yang mengeluhkan buruknya pelayanan BPN. Sudah mahal, ditambah lagi masyarakat tidak mendapat kepastian kapan sertifikat yang mereka urus selesai,” pungkasnya.

Andi berharap, Kapolda juga menindak tegas aparat negara lainnya khususnya di Kabupaten Sanggau yang melakukan tindakan melanggar hukum karena menurutnya masih banyak aparat negara di Kabupaten Sanggau ini yang melakukan pungli.

“Saya tahu persis siapa-siapa yang dibuat susah oleh mereka. Saya berharap oknum aparatur negara seperti ini juga ditindak tegas, kalau perlu lakukan juga pengintaian. Semoga ada OTT lainnya lagi di Sanggau,”  harapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Subdit 3 Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kalbar dibawah pimpinan Kompol Engkus melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Kepala Kantor berinisial VS sesaat setelah menerima uang uang tunai Rp20 juta dari YP sebagai pungutan liar (pungli) diluar ketentuan yang berlaku pada Peraturan pemerintah RI No. 128 Tahun 2015 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional untuk pengurusan Pengecekan sertifikat/buku tanah; Pemetaan; Pemecahan, Peralihan Hak (Balik Nama); Pendaftaran Hak Tanggungan; Permohonan hak dari masyarakat. Petugas menemukan barang bukti berupa uang dilaci kerja di ruangan VS dan turut diamankan 16 orang lainnya.

Modus operandi pelaku, yaitu meminta uang diluar ketentuan yang berlaku untuk memudahkan pengurusan pengecekan sertifikat/buku tanah; pemetaan; pemecahan, peralihan hak (balik nama); pendaftaran hak tanggungan; permohonan hak dari masyarakat dan apabila permintaan tidak dipenuhi tersangka dengan berbagai macam alasan diantaranya berkas hilang, berkas kurang lengkap, karena sibuk sehingga pengurusan menjadi lambat bahkan tidak dapat selesai/ tidak terbit. (indra)