4 Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Diamankan Petugas

oleh

PONTIANAK – Empat kapal pengangkut kayu belian diduga hasil penebangan liar di kawasan Taman Nasional Gunung Palung Kayong Utara, ditangkap oleh Tim SPORC dan Polhut BTNGP Minggu 28 Januari 2018 sekitar pukul 17.15 wib.

Kempat terduga pengangkut kayu jenis belian ini adalah Jum (35) Kad (21) Ad (46) dan Sdm (45).

Menurut keterangan Kasi Wilayah III Balai Gakkum LHK Kalimantan, David Muhammad, operasi tangkap tangan ini dilakukan ketika Tim SPORC dan Polhut BTNGP sedang melakukan Operasi Pengamanan Kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Palung.

Pada saat itu, didapat dua buah kapal sedang membawa kayu jenis belian di Sungai Matan.

“Keesokannya, Senin 29 Januari pukul 02.30 wib, juga didapat dua buah kapal yang sedang mengangkut kayu belian di Sungai Batu Barat Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara,” paparnya.

Hasil pemeriksaan terhadap 10 orang pelaku, mereka mengaku membawa kayu tersebut dari tempat penumpukan kayu Matan yang berada di batas Kawasan Taman Nasional Gunung Palung.

Mereka ini tidak mempunyai dokumen sahnya hasil hutan serta 338 batang kayu tersebut berasal dari tebangan liar di dalam Kawasan TNGP dan Kawasan Hutan di Kecamatan Sandai dan sekitarnya.

Keempat tersangka ini kata David Muhammad, dijerat dengan Pasal 83 ayat (1) huruf b dan atau Pasal 83 ayat (1) huruf a UU No 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusak hutan.

“Dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun serta denda paling sedikit Rp.500 juta dan paling banyak Rp.2.5 miliar,” pungkasnya. (jon)