Putri Indonesia Asal Kalimantan Kunjungi Manusia Kayu

oleh

PONTIANAK – Puteri Indonesia Regional Kalimantan menyempatkan waktu mengunjungi Manusia kayu asal Kayong Utara, dengan didampingi Bakal Calon Walikota Pontianak, Harry A. Daya, di Kantor Perwakilan Kabupaten Kayong Utara, Jalan Palapa Pontianak, Kamis (01/02/18).

Apalagi, sikap humanis puteri-puteri cantik Kalimantan ini menambah pesona daya tarik, bagi siapa saja yang melihatnya, saat mereka menyempatkan waktu berbincang dengan Mas Tazul Munir seorang manusia kayu asal Kayong Utara, Kalbar.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Tazul Munir bercerita, tentang sebab dirinya mengalami kondisi seperti dilihat saat ini.

“Semua adalah kehendak Allah SWT,” tuturnya.

Mas Tazul Munir hidup di pembaringan sudah kurang lebih 24 tahun lamanya. Dengan didampingi istri dan adik angkatnya. Mas Tazul Munir melaksanakan aktifitas sehari-harinya, dengan bantuan tongkat kecil sepanjang 50 Cm yang berfungsi sebagai penjepit makanan dan rokok.

“Sekarang usia saya sudah 56 tahun, dan saya tetap bersyukur kepada Allah SWT diberikan panjang umur dan Alhamdulillah perasaan saya enak, tidak merasakan sakit sama sekali. Walaupun tubuh saya seperti kayu. Hubungan intim saya dengan istri juga normal dan dari perkawinan saya mendapatkan empat orang anak. Dua anaknya ada di pulau Jawa, dan dua orang ada dua di Teluk Melano, Kayong Utara,” kata Munir.

“Itulah cerita masa lalu saya adalah anak nakal yang suka mabuk – mabukan di terminal. Tanpa disangka pada suatu malam, dirinya mengalami sebuah kejadian aneh yang susah diterima akan manusia. Saya tidak menyangka kejadian itu telah mengubah nasibnya seperti saat ini,” tambahnya.

Munir bercerita, pada saat tengah malam kira-kira pukul 00.00 WIB, ketika dalam perjalanan pulang dirinya melintas di Jalan Sukabangun Ketapang, saat itu kondisi jalanan sepi. Secara tiba-tiba seekor anjing melintas dan tertabrak.

“Saya pun jatuh terpental ke aspal, sedangkan anjing itu mati,” ungkapnya.

Tanpa disadari dirinya sudah berada dirumah sakit, dan sudah merasakan perubahan terhadap tubuhnya.

“Tubuh ini kaku seperti kayu. Dokter Rumah Sakit di Ketapang menyarankan agar saya dirujuk ke Rumah Sakit Pontianak. Karena mengalami cidera tulang belakang,” kata Munir.

Segala macam jenis pengobatan pun, pernah dicoba Munir. Mulai dari tradisional sampai ke pengobatan modern dengan sinar X. Namun tetap tidak membuahkan hasil.

“Pernah di suatu waktu saya merasakan seperti ada yang menusuk-nusuk tubuhnya, namun saat dipegang, rasa itu pindah ke bagian lain tubuhnya. Sungguh kejadian ini diluar nalar manusia,” jelas Munir.

Munir mengaku, sebelum terjadi kecelakaan pada malam itu, dirinya pernah bermimpi bertemu dengan seorang ibu yang mengatakan akan meninggal tidak lama lagi, dan si ibu tersebut meminta kepada dirinya untuk melaksanakan ritual.

“Kemudian setelah diadakan ritual, akhirnya si ibu itu pun meninggal dunia. Setelah itu jenazahnya dibawa ke Masjid Al Munir di Pulau Kumbang. Mesjid itu pun sama seperti namanya. Mungkin itu sebuah pertanda,” kenang Munir.

Usai bercerita, Munir tak lupa mengucapkan terima kasih telah dikunjungi oleh puteri-puteri cantik, dan mendoakan para finalis Puteri Indonesia Kalimantan, sekaligus berpesan agar selalu berbuat baik kepada sesama.

Sementara Pemegang Lisensi Pemilihan Puteri Indonesia Regional Kalimantan, Rezka Okto mengatakan,  bahwa dalam kunjungan tersebut, pihaknya ingin bersilaturahmi dan ingin mendoakan serta meminta untuk didoakan semoga kehidupan Maz Tazul Munir dapat menjadi pelajaran, wejangan dan petuah untuk para finalis agar dapat berbuat lebih baik ke depan.

“Seperti yang tadi bapak Mas Tazul Munir sampaikan bahwa berbuatlah yang baik, sehingga tidak mendapat atau diberi azab atau siksaan dari Tuhan seperti beliau. Jadi ini kan suatu peringatan dan suatu nasehat daripada bapak Mas Tazul Munir,” tutupnya. (Arief)