DPRD Singkawang Khawatir Berita Hoax Jelang Pilkada

oleh

SINGKAWANG – Anggota DPRD Kota Singkawang Dido Sanjayah mengaku khawatir berita hoax, bohong, propaganda, dan SARA akan mewarnai di pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019.

Hal ini ditandai dengan mulai munculnya akun akun palsu di media sosial yang berkedok salah satu tim atau komunitas yang tidak jelas. Oleh karena itu harus ada langkah pencegahan untuk meminimalisir berita hoax.

“Kita khawatir dengan maraknya berita hoax tersebut. Kendati saat ini Polri sudah memilik tim Cybercrime,” ujar Dido Sanjaya.

Sehingga langkah-langkah yang harus dilakukan adalah kampanye anti hoax. Salah satunya dengan melibatkan Kominfo Kota Singkawang, agar menyosialisasikan Pasal 27 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) ke masyarakat atau melalui media sosial.

Menurutnya, dalam UU ITE itu sudah dijelaskan jika pencemaran nama baik itu dilarang dan dikenai sanksi pidana. Dan selain sosialiasi UU ITE, kunci utamanya untuk masyarakat adalah pendidikan, sebagai vaksin agar masyarakat bisa menghadapi hoax.

Sehingga masyarakat juga bisa mencerna, menganalisa dan memahami, bahwa berita-berita hoax itu tak bisa dipertanggungjawabkan.

“Artinya masyarakat punya filter untuk mendeteksi mana berita hoax atau bukan,” tutup Dido. (mizar)