Bupati Paolus Dukung PLN Targetkan Pengguna Listrik Pra Bayar Capai 100% di Sanggau

oleh
Bupati Menyampaikan Sambutannya Dihadapan Forkompimda, Ketua DPRD dan para Camat, pada acara penandatangan kesepakatan bersama dan sosialisasi program “Sanggau Terang” melalui 100 persen listrik pra bayar, Senin (22/1) di aula lantai I kantor Bupati Sanggau.

SANGGAU – Bupati Sanggau, Poulus Hadi, sangat mengapreseasi program PLN yang menargetkan pengguna listrik pra bayar di Kabupaten Sanggau dapat mencapai 100 persen pada Juni 2018 mendatang

Di hadapan Forkompinda dan Camat yang hadir, orang nomor satu di Kabupaten Sanggau itu menyebutkan bahwa kewenangan Pemkab Sanggau dalam hal listrik sangat terbatas. Tidak bisa menganggarkan melalui APBD untuk membangun instalasi listrik dengan energi alternatif. Kewenangan Pemkab sebatas mengusulkan, merekomendasi, dan mengawal.

“Tadi kita sudah mendengar bahwa manajer PLN provinsi serius mau melistriki seluruh ibukota desa di Kalbar. Dan saya sudah mengirim staf pada saat pertemuan seluruh kabupaten/kota di Sintang, ini sudah dibahas,” katanya.

Dari pertemuan itu terungkap, untuk menerangi 571 ibukota desa se-Kalbar, butuh anggaran Rp 3 triliun. Untuk Kabupaten Sanggau sendiri ada 36 ibu kota desa yang akan dialiri listrik. Paling banyak (yang belum teraliri listrik) di Kabupaten Sintang. Paling kecil di Sekadau.

“Jadi program ini sudah ada. Jadi jangan nanti ada yang bilang ‘kalau tidak ada, itu sih rejeki saja. Sama juga Pemda Sanggau sekarang, rejeki perbatasan. Karena presiden sudah lebih dulu ngomongnya, termasuk jalan nasional ini. Karena ini tahun politik, enak diomongkan,” bebernya.

PH, sapaan akrabnya juga mengungkapkan, sepanjang tiga tahun pemerintahannya, sudah berhasil menerangi 85 dusun.

“Itu pun sedang gak minta dengan PLN. Didukung oleh pak Ketua Dewan kita ini (Jumadi). Kemarin kita meresmikan di Kedondong segala macam itu kan naik ke Jakarta, bolak-balik lagi. Mudah-mudahan ini tidak lagi, karena dari manajer PLN sudah bilang seluruh desa akan teraliri listrik. Dan itu sudah ada tanda-tandanya. Saya juga kaget-kaget,” bebernya.

Terkait MoU 100 persen penggunaan pra bayar, ia berharap dapat berjalan baik. Penggunaan listrik pra bayar akan sangat berdampak pada pemasukan PAD Kabupaten Sanggau.

“Kita mau rapi (administrasi), karena pra bayar bisa, untungnya untuk Pemda itu, ya, bisa meningkatkan pendapatan daerah kita, melalui pajak penerangan jalan ini. Tapi memang ada kelemahannya, pelanggan akan terkejut, bisa padam sewaktu-waktu. Saya kemarin di rumah pribadi sedang asik-asik tahu-tahu padam listrik, tapi kok (rumah) tetangga terang. Setelah dicek rupanya habis pulsanya,” tutur dia. (indra)