Ini Klarifikasi PT. KGP Terkait Pemberitaan Ganti Rugi Rp200,40 miliar Kepada Petani

oleh

SANGGAU – Terkait pemberitaan di media yang terbit tanggal 17 Januari 2018 dengan judul PT. KGP Diminta membayar ganti rugi Rp200,40 miliar, melalui kuasa hukumnya Hendrik Silalahi dari Kantor Hukum William Hendrik Esther perlu meluruskan bahwa pemberitaan tersebut tidak benar, karena tidak sesuai dengan apa yang menjadi hasil Putusan Majelis Hakim dalam perkara No. 10/Pdt.G/2017/PN.Sag (Perkara No.10) pada tanggal 16 Januari 2018 kemarin.

“Pemberitaan tersebut tidak benar, olehkarenanya perlu kami luruskan,” kata Hendrik Silalahi melalui releasnya yang diterima wartawan, Rabu (17/01/18).

Dia menjelaskan, putusan perkara No. 10  pada intinya menyatakan gugatan para penggugat tidak dapat diterima karena Majelis Hakim berpendapat bahwa para penggugat tidak memiliki kapasitas (legal standing) sebagai penggugat. Dengan kata lain Para Penggugat diragukan kapasitasnya sebagai penyerah lahan. Memang di dalam putusan tersebut ada dissenting opinion (perbedaan pendapat) dimana Ketua Majelis Hakim berpendapat bahwa Para Penggugat memiliki kapasitas (legal standing) untuk menggugat.

Namun demikian Putusan Perkara No. 10 itu sendiri jelas menyatakan bahwa gugatan para Penggugat tidak dapat diterima. Karena gugatan tersebut dinyatakan tidak dapat diterima, maka tidak ada ganti rugi materiil senilai Rp 200.040.000.000 yang harus dibayarkan oleh PT Kebun Ganda Prima kepada para Penggugat sebagaimana yang dimuat dalam pemberitaan pada tanggal 17 Januari 2018 tersebut. (indra)