oleh

KUALA KAPUAS – Sering ngadatnya mesin incinerator yang dimiliki RSUD dr H Soemarno Sostroatmojo Kapuas, terpaksa mengharuskan rumah sakit terbesar satu-satunya di Kabupaten Kapuas ini mengusulkan kembali pembelian incinerator yang baru kepada Pemkab Kapuas.

Incinerator adalah suatu alat pembakar sampah yang di operasikan dengan menggunakan teknologi pembakaran pada suhu tertentu, sehingga sampah dapat terbakar habis. Nah, di RSUD Kapuas alat ini digunakan untuk membakar limbah medis.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD dr H Soemarno Sostroatmojo Kapuas, dr Agus Waluyo, Jumat (12/01/18) menyebutkan, mesin incinerator yang dimiliki rumah sakit, sekarang usianya lebih dari belasan tahun, sehingga sering mengalami kerusakan.

Untuk peremajaan mesin, maka pada pertengahan tahun 2017 kemarin, pihaknya sudah mengajukan permohonan untuk pengadaan mesin incinerator yang baru. “Kami sudah mengajukan permohonan ke Pemkab Kapuas untuk pengadaan mesin incinerator yang baru,” jelas dr Agus.

Disinggung apakah dengan sering rusaknya mesin incinerator sampah rumah sakit tak bisa dibakar, dr Agus menyebutkan bahwa mesin itu masih bisa digunakan, namun sering ngadat.

Namun apabila sering terjadi kemacetan, maka pembakaran limbah medis rumah sakit harus mengatur jadwal. “Selama ini terjadinya kerusakan pada incinerator selalu diperbaiki. Tetapi kesulitannya pada spare part yang harus memesan ke Jakarta,” ungkapnya.

Ditambahkannya bahwa setiap hari rumah sakit menghasilkan sampah medis. Baik sampah kering maupun basah. Namun untuk sampah kering harus dibakar, sedangkan sampah basah harus dibuang ke TPS. Sedang sampah medis jenis jarum suntik dan jarum infus harus diblender, dengan tujuan untuk menghindari penggunaan ulang. (irs)