Bursa Inovasi Desa di Banjar Tingkatkan Kualitas

oleh

MARTAPURA – Guest House Sultan Sulaiman menjadi tempat pertemuan para aparat desa se Kabupaten Banjar dalam rangka Program Inovasi Desa yang dikemas dalam Bursa Inovasi Desa Kabupaten Banjar sebagai upaya meningkatkan kualitas produk pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu pagi (27/12/17) juga dihadiri oleh Bupati Banjar, Kholilurrahman, wakil Bupati Banjar Saidi Mansyur, Sekretaris Daerah Nasrunsyah, Camat, pendamping desa, kepala desa beserta aparat desa dan seluruh kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Banjar.

Kegiatan ini berdasarkan surat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Tranmigrasi Republik Indonesia, Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa perihal program inivasi Desa (PID) tahun anggaran 2017.

Ketua Pelaksana Bursa Inovasi Desa Kabupaten Banjar, Hary Supriadi dalam laporannya menyampaikan, pelaksanaan kegiatan PID merupakan upaya meningkatkan kualitas pemanfaatan dana desa dengan memberikan rujukan inovasi agar bisa mandiri.

“Sehingga tujuan akhirnya adalah membentuk desa yang mandiri, bisa mendanai pembangunannya sendiri melalui PAD dan tidak mengandalkan dana transfer semata,” ungkapnya.

Hary melanjutkan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendiseminasikan informasi pokok terkait program Inivasi desa secara umum, menginformasikan rencana kegiatan, memperkenalkan inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa dalam menyelesaikan masalah dan menjalankan kegiatan pembangunan dan menjaring komite pemerintah desa untuk mengadopsi atau mereplikasi inisiatif atau inovasi yang dipelajari dalam bursa.

Bupati Banjar, Kholilurrahman dalam sambuatannya mengatakan, dana desa yang masuk di kabuapten banjar jemlahnya cukup besar. Tahun 2015 sebesar Rp73.258.761.998. Tahun 2016 sebesar Rp174.329.907.000 dan tahun 2017 sebesar Rp209.154.295.000. Namun jumlah dana yang besar itu belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Karena usulan-usulan kegiatan sebagian besar hanya untuk kegiatan bidang pembangunan infrastruktur saja,” ungkapnya.

Menurut Bupati Banjar, usulan di bidang pemberdayaan masih sangat minim, bila dibandingkan usulan kegiatan di bidang pembangunan. Oleh karena itu, lahirlah Program Inovasi Desa ini yang meliputi bidang pengembangan potensi ekonomi local dan kewirausahaan, pengembangan sumber daya manusia serta infrastruktur desa.

Kholilurrahman juga menekankan bahwa  bursa inovasi desa Kabupaten Banjar bukanlah ajang pameran atau menjual barang, melainkan menjual gagasan ide inovatif dan inisiatif dari desa, yang hanya dapat didengar, dilihat dan kemudian dipilih berdasarkan kebutuhan dan dana desa yang tersedia.

Bupati juga mengharapkan para pembakal dan BPD yang hadir untuk bisa melihat inovasi yang disajikan  di masing-masing bidang.

“Kira-kira inovasi yang mana yang akan direflikasi atau diterapkan di desa yang sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh desanya dan sesuai dengan ketersediaan dana desanya,” tuturnya.

Diharapkan Pendamping desa bisa mengawal terus penerapan inovasi desa ini, demi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui peningkatan kapasitas desa dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembanguna desa lebih kreatif dan inovatif.

Dalam Bursa Inovasi Desa Kabupaten banjar juga menyajikan 10 macama inovasi yang telah berhasil dikelola seperti pengelolaan potensi desa dan pemberdayaan masyarakat melalui BUMDes Harapan Masa Depan Desa Pasar Lama, Pemanfaatan eceng gondok menjadi produk unggulan desa Cabi, Pemanfaatan limbah kotoran ternak sapi menjadi biogas untuk keperluan rumah tangga dan penerangan listrik di desa Loktamu, pengelolaan sampah di desa Indrasari, pengelolaan potensi desa Ponggok oleh BUMDes untuk meningkatkan PADes. Pengelolaan sumber mata air melalui konservasi hutan berbasis kearifan local, menguji kelayakan kinerja MUMDes, Mengamankan pendapatan desa melalui e-Tiketing, konservasi bambu untuk menjaga mata air dan debit air embung dalam mendukung pertanian ekowisata dan merintias produk unggulan desa. (syd)