Kasus Beras Oplosan di Sanggau, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

oleh
Kapolres Sanggau, AKBP Rachmat Kurniawan Didampingi Bupati, Kasdim 1204/Sgu Menyampaikan Press Release Kasus Pengoplos Beras Yang Berlangsumg di halaman sementara Mapolres Sanggau, Kamis (21/12/17). Foto : Indra

SANGGAU – Perkembangan penyidikan kasus beras oplosan yang terjadi di gudang milik Aseng (45) yakno toko 333 MAS jalan RE. Martadinata, simpang Sompu, Kelurahan Tanjung Kapuas, Sanggau, yang diamankan polisi, Rabu (20/12/17) kemarin memasuki babak baru. Dari hasil pemeriksaan, Polisi akhirnya menetapkan satu tersangka dalam kasus tersebut.

Barang bukti yang diamankan petugas yakni beras hasil oplosan seberat 2.772 kilogram, karung kosong untuk mengemas beras oplosan, beras merek palem, beras merek tedong, alat-alat pengemasan beras oplosan yakni cat semprot (pilox), alat cetak label A3, alat penyemprot, mesin jahit karung, alat timbangan dan buku catatan penjualan.

“Terhadap kasus tesebut, kami akan melakukan proses dulu. Untuk sementara ini, pemilik gudang berinisial A sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Nantinya jika memang ada keterlibatan pihak-pihak lain, kita juga akan tetapkan sebagai tersangka,” kata Kapolres Sanggau, AKBP Rachmat Kurniawan kepada awak media saat menggelar press release kasus tersebut di halaman Mapolres Sanggau, Kamis (21/12/17).

Kapolres menerangkan untuk tersangka tidak dilakukan penahanan.

“Nanti kita pelajari lagi menahan tersangka atau tidak. Kalau menahan itukan ada syarat subjektif dan objektifnya, kalau memang syarat subjektifnya menurut penyidik tidak perlu ditahan, maka kita tidak menahan. Yang penting proses hukum dapat berjalan sampai ke peradilan,” tuturnya.

Mantan Kasubdit II Ditreskrimum Polda Kalteng ini menerangkan, untuk melengkapi proses pemeriksaan, polisi juga memeriksa lima pekerja di gudang pengoplosan tersebut sebagai saksi.

“Semantara mereka (pekerja gudang) masih menjadi saksi, tapi kalau memang keterlibatnnya itu memberikan keuntungan bagi pribadinya, kita jadikan tersangka juga,” tegas Rachmat.

Ditambahkan Kapolres, beras oplosan tersebut dijual melalui sales dari kampung ke kampung.

“Kalau menurut pembukuan fakta hukumnya, saya menemukan tahun 2017 beroperasi. Apakah tahun 2016 sudah beroperasi, kita belum tahu. Dan kita gunakan UU Ketahanan Pangan, UU Kesehatan dan UU Perlindungan Konsumen. UU tentang Merek kita pelajari dulu, karena tersangka bukan melakukan pemalsuan merek, tapi ada produk beras A dengan produk beras B dioplos, dia buat merek tesendiri,” pungkas dia.

Rachmat menyampaikan bahwa saat ini pihaknya bersama Pemkab Sanggau sedang melakukan operasi lilin pengamanan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, baik dari aspek keamanan, kelancaran lalu lintas, maupun aspek ketahanan pangan. Diharapkan operasi lilin ini dapat menjamin pelaksanaan perayaan Natal dan Tahun Baru yang dirayakan masyarakat, sehingga dapat berjalan sebagaimana mestinya.

“Namun, pada hari ini kita ketahui bersama. Ada pelaku usaha yang memanfaatkan momen pelaksanaan Natal dan Tahun Baru ini dengan melakukan usaha-usaha curang, yakni mengoplos barang kebutuhan pokok kita yaitu beras dengan kemasan yang lebih menguntungkan dia,” terangnya.

Dimana, lanjut Rachmat, dua merek yang berbeda dioplos dan dijadikan merek lain. Dan lokasi dari pengoplosan ini juga tidak steril, tidak menjamin kesehatan karena disampingnya ada gudang pupuk dan juga gudang semen.

“Ini yang menjadi perhatian kita. Saya tekankan, atas nama Forkompinda Kabupaten Sanggau, kami sedang bersama-sama bergerak. Untuk usaha-usaha yang demikian tolong dihentikan, jangan main-main sebelum kami melakukan tindakan semestinya,” ingat Kapolres.

Bupati Sanggau, Paolus Hadi yang hadir dalam press release di Mapolres tersebut meminta para pelaku usaha di wilayahnya agar berlaku jujur.

“Kita melihat sudah ada kegiatan bisnis yang seharusnya tidak boleh dilakukan siapapun, karena yang namanya ketahanan pangan, ada UU dan peraturannya. Tentu sebagai Bupati, saya menyarankan kepada pengusaha-pengusaha Sanggau berusaha jujurlah. Lebih baik berusaha dan yang menjadi hak kita itu yang diurus,” pesan Bupati, Kamis (21/12/17).

Pemerintah daerah, kata Bupati, sangat berterima kasih kepada Polres Sanggau dan Forkompinda bisa bersama-sama dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

“Ini akhir tahun, masyarakat kita akan merayakan Natal dan Tahun Baru. Tentu kita bersama-sama melakukan operasi pasar untuk menjaga keseimbangan harga dan juga keamanan akan mutu dari bahan pokok kita. Dan terima kasih untuk seluruh jajaran Polres dan Forkompinda, kita kompak terus. Dan mudah-mudahan ini menjadi pelajaran supaya tidak ada lagi yang main-main dengan oplos mengoplos itu bisnis yang merugikan orang lain,” tutur orang nomor satu di Sanggau itu. (Indra)