93 Personil Gabungan Dikerahkan Amankan Natal dan Tahun Baru di Kabupaten Kapuas

oleh

KUALA KAPUAS – Sebanyak 93 personil gabungan Polri, TNI dan Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Satpol PP, serta unsur terkait lainnya dikerahkab untuk mengamankan perayaan Natal 2017 dan tahun baru 2018 di Kabupaten Kapuas.

“Jumlah personil untuk pengamanan Natal dan tahun baru jsebanyak 93 personel. 50 personel dari Polri, sisanya dari TNI/Polri, Dishub, Jasa Raharja, Pol PP, dan lainnya,” kata Kapolres Kapuas AKBP Sachroni Anwar usai apel gelar pasukan Operasi Lilin Telabang 2017 di Jalan Maluku Kuala Kapuas, Kamis (21/12/17).

Dengan dikerahkannya puluhan personel ini, lanjut Kapolres, maka masyarakat akan terlayani, baik di kegiatan keagamaannya, maupun aktivitas sehari-hari, seperti di pasar, pusat keramaian, dan lainnya. “Sehingga kita dapat memberikan rasa aman dan nyaman pada perayaan natal dan tahun baru,” ungkap Sachroni.

Lebih lanjut diterangkan mantan Kasat PJR Ditlantas Polda Kalsel ini, dalam pengamanan pihaknya juga membangun 5 pos, terdiri 2 pos pengamanan, dan 3 pos pelayanan.

“Untuk titik pos pengamanan, yakni di Pos Lantas Jalan Jepang dan depan Gereja Sinta Kapuas. Sedangkan pos pelayanan, yakni di masing-masing Polsek di Jalan Lintas Trans Kalimantan, seperti Polsek Basarang, Kapuas Hilir, dan Kapuas Timur,” terang Sachroni Anwar.

Apel gelar pasukan Operasi Lilin Telabang 2017 kali ini bertemakan “Kita Tingkatkan Sinergi Polri dengan Instansi Terkait, Dalam Rangka Memberikan Rasa Aman dan Nyaman pada perayaan natal dan tahun baru”.

Apel yang dipimpin langsung Kapolres Kapuas, AKBP Sachroni Anwar saat itu juga dihadiri Dandim 1011, Kepala Pengadilan Negeri Kuala Kapuas, Asisten I Setda Kapuas, dan undangan lainnya. Adapun  peserta apel terdiri dari TNI/Polri, petugas PLN, Pramuka, Emergency 508, dan Pol PP dan Damkar Kapuas.

Dalam sambutan Kapolri yang dibacakan AKBP Sachroni Anwar, bahwa Operasi Lilin Telabang 2017 digelar mulai tanggal 23 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018.

Apel gelar pasukan ini sendiri dilaksanakan sebagai sarana pengecekan akhir terhadap kesiapan personel pengamanan berikut kelengkapan sarana dan prasarana pendukungnya, serta keterpaduan unsur lintas sektoral dalam pengamanan. (irs)