Dispora Kalteng Minta Kemenpora Urung Degradasi Sepak Takraw

oleh

PALANGKA RAYA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), pada tahun depan akan mencoret cabang olahraga Sepak Takraw dari program Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP). Namun jika rencana ini tetap dilakukan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Tengah, sangat menyayangkan dan meminta agar Kemenpora dapat mempertimbangkannya kembali.

“Saya lihat selama ini Takraw lebih terstruktur sampai ke bawah. Makanya kemarin saya mempertahankan jangan sampai Takraw didegradasi. Karena pengurus Pengcabnya bagus. Begitu pula pengurus Pengprovnya aktif dibanding cabor lain,” kata Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga, Dinas Pemuda dan Olahraga Kalteng, Maslin di Palangka Raya, Kamis (14/12/17).

Menurut Maslin, alasan Kemenpora melakukan degradasi cabor Sepak Takraw, lantaran selama kurun waktu 5 tahun membina atlet usia muda di PPLP,  tidak bisa berkontribusi memberikan prestasi di level nasional seperti Pelatnas maupun Pekan Olah Nasional (PON).

Tetapi, lanjut Maslin, bagi atlet Kalteng sendiri, dianggap sudah mampu memberikan kontribusi yang diinginkan Kemenpora, kendati belum maksimal. Terbukti setiap mengikuti kejuaraan tingkat nasional, hampir rata-rata bertengger di urutan tiga besar.

Apabila memang nantinya Kemenpora tetap bersikukuh melakukan degradasi Sepak Takraw tahun depan, Dispora Kalteng berencana akan memasukkan cabor ini ke dalam Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD). Tetapi kemungkinan besar hal ini sulit dilakukan, karena terkendala anggaran yang terbatas.

“Saya berharap degradasi tidak jadi dilakukan. Tapi seharusnya jangan melihat prestasi untuk PON ataupun Asian Games. Tapi yang dilihat pembinaaanya untuk olahraga. Tapi mereka tetap ngotot akan mendegradasi Takraw,” imbuhnya. (tva)