“Pers Sehat Rakyat Berdaulat”

oleh
Ketua PWI Barito Utara, Roby Cahyadi didampingi sekretaris Arief Hidayat menerima cendra mata dari ketua PWI Malang Raya, M. Ariful Huda, Rabu (13/12/17).

MUARA TEWEH – Setelah melaksanakan konsolidasi dengan PWI Jawa Timur, kini PWI Barut juga melaksanakan kegiatan yang sama dengan PWI Kota Malang, Rabu (13/12/17).

Kegiatan konsolidasi tersebut dilaksakanan di aula Balai Kota Pemkot Malang, yang disambut juga oleh kabag humas pemerintah kota Malang serta ketua PWi dan puluhan anggota juga Kabag Kesra Pemkab Barut, Darmayadi.

Dalam konsolidasi rersebut membahas masalah tema pers sehat, rakyat berdaulat. Dimana dalam pembukaan masing masing perwakilan PWI kedua daerah tersebut.

Darmayadi memaparkan masalah kondisi daerah, dimana letaknya sangat jauh dengan kota Malang, sehingga dengan adanya pertemuan, terutama silaturahmi dapat menambah wawasan.

Sementara, Kabag Humas Pemkot Malang M. Nurwidianto,megucapkan selamat datang atas kunjungan, dimana pertemuan merupakan. Kota Malang merupakan kota strategis dan banyak dikunjungi oleh warga dari berbagai daerah.

Hal ini juga tak luput dari pungsi media dalam memberikan informasi secara luas, sehingga kota Malang dapat dikenal seluruh tanah air. Oleh karenanya Pemkot Malang sangat berterimaksih kepada rekan media.

“Kami sangat membutuhkan media dan ini tak dapat dipisahkan antara pemerntah kota malang sebagai kota pendidikan, pariwisata,” kata Nurwidianto.

Dikatakannya, peran media juga sangat penting untuk eduksi kepada masyarakat, di tengah maraknya media sosial yang tumbuh begitu cepat. Sehingga peran media terutama para rekan wartawan dapat memberikan pendidikan dan pencerahan.

Seorang wartawan terntu saja sudah punya kualitas tentang jurnalistik. Sehingga tulisan yang dihasilkan juga lebih baik, mendidik dan pencerahan juga sebagai sarana informasi di tengah masyarakat.

Ketua PWI Kota Malang Raya, M. Ariful Huda mengatakan, selain kota pariwisata dan pendidikan, Malang juga kota kuliner,selain itu keberadaan warganya juga multi etnis. Kemudian juga termasuk kota aman.

PWI juga terus mendorong pemerintah daerah dalam pembangunan, juga melakukan koreksi bila ada kebijakan pemerontah daerah tidak aspiratip sesuai dengan tugas dan fungsi sebagai wartawan. (Bani)