Ini Penjelasan Edi Kamtono, Terkait Taman Alun Kapuas Yang Terendam Air

oleh
Suasana Taman Alun Kapuas yang terendam air

PONTIANAK – Air dengan ketinggian sekitar 20 cm merendam kawasan waterfront city, tepatnya di taman Alun Kapuas, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (09/12/17).

Terendamnya kawasan taman Alun Kapuas ini diakibatkan karena meluapnya air di sungai kapuas.

Hingga air masih menggenangi taman Alun Kapuas, dan diperkirakan ketinggian air akan terus bertambah di kawasan yang menjadi ikon Kota Pontianak.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan kepada awak media, bahwa kawasan di taman Alun Kapuas ini, kondisi tanahnya memang rendah. Apalagi di bulan Desember ini air laut akan bertambah pasang, dikarenakan ketinggian curah hujan.

“Tanah di water front ini memang ada penurunan, kenapa turun?, karena pondasinya dulu hanya sekitar 6 meter, dan dibangun dengan dana yang hanya terbatas, untuk kedepan tanahnya akan ditinggikan seperti pembangunan yang telah kita lakukan di Kapuas Indah, sebab sudah dianggarkan,” ujarnya saat ditemui di restoran Hotel Kartika, Pontianak, Sabtu (09/12/17).

Dijelaskannya, diseluruh Kota Pontianak mudah tergenang air, walaupun tidak terkena hujan, karena datarannya rendah, kurang lebih 65% dari luas dataran Kota Pontianak.

“Jadi ini memang rutim setiap tahun, dulu waktu kita bangun 10 cm diatas air pasang, tapi karena pondasinya diatas 6 meter, sehingga ada sedikit penurunan sekitar 20 sampai 30 cm,” ujarnya.

Tambah Edi, rencananya akan dibangun baru bangunan di kawasan ini, karena masih semi permanen.

“Insya Allah akan mulai dianggarkan tahun 2018 dan kalau gak terkejar tahun 2019, dan sekarang sudah dibuat tangga atau ram, untuk penghubung,” ujarnya.

Edi melanjutkan, pembangunan biaya yang akan dianggarkan untuk membangun bangunan baru di kawasan ini tidak begitu besar sekitar 3 sampai 5 miliar.

“Nanti akan kita cek apakah tahun 2018 ini sudah dianggarkan atau belum,” tutupnya. (Dody)