Selingkuh, Oknum PNS di Sanggau Dilaporkan Istrinya ke BKD

oleh
Nurhayati Saat Menunjukan Bukti Laporan dan Bukti Foto Perselingkuhan Suaminya

SANGGAU – Ketahuan selingkuh, Ilham seorang PNS di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sanggau dilaporkan Nurhayati (44) yang tak lain adalah istrinya.

Ilham dilaporkan istrinya ke Disdukcapil dan BKD Sanggau. Namun, sejak dilaporkan 20 November 2017 lalu, belum ada tanggapan dari dua institusi tersebut.

“Kalau tidak dilaporkan, khawatirnya di selingkuh terus. Saya terus terang lebih senang berpisah, tapi dengan cara-cara yang baik,” kata Nurhayati kepada wartawan, Selasa, (05/12/17).

Ibu tiga anak itu mengaku sudah berkali-kali memberikan toleransi dan maaf kepada suaminya. Namun, toleransi dan maaf yang diberikan kerap diabaikan.

“Suami saya ini bukan hanya bermasalah dengan saya, dengan warga di Sungai Ranas juga bermasalah. Tahun 2012 dia pernah bermasalah hukum karena menggunakan uang kas RT dan uang masjid. Informasinya uang itu dipakai dia untuk membayar adat di Desa Binjai karena kasus selingkuh dengan istri orang,” ceritanya.

Nurhayati berharap, Pemerintah Daerah menindak tegas suaminya.

“Kalau bisa diberhentikan dari PNS, khawatirnya dia membuat orang resah dengan ulahnya,” harap Nurhayati. Diapun, lanjut Nurhayati, sudah dua bulan tidak pernah lagi memberikan nafkah kepada istrinya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau, Al Leysandri mengaku sudah mengeluarkan surat perintah yang intinya meminta Disdukcapil segera menyelesaikan kasus ini.

“Sudah saya ke luarkan surat perintah, cuma saya lupa nomor suratnya, boleh nanti tanyakan ke BKPSDM,” beber Sekda.

“Permasalahan ini sudah kita minta Kadis Dukcapil untuk menyelesaikannya sebagai atasan langsung yang bersangkutan, karena memang seperti itulah mekanismenya. Kita tunggu laporanya saja,” pungkas Sekda.

Terpisah Kepala Disdukcapil Sanggau, H. Zawawi dikonfirmasi wartawan menerangkan, bahwa pihaknya berjanji akan segera menyelesaikan kasus ini.

“Iya, saat ini persoalan Ilham sedang kami proses,” kata Zawawi.

Zawawi menuturkan, kepada yang bersangkutan, masih dilakukan tahap pemeriksaan dan hasil pemeriksaan akan di laporkan kepada Bupati dan Sekda.

“Kita lihat hasil pemeriksaan dan keterangan dari saksi-saksi, baru Bupati menentukan sangsinya nanti seperti apa,” ujarnya. (indra)