Manajemen Perumahan Mewah di Banjarmasin Disomasi Konsumen, Ini Alasannya..

oleh
Salahsatu warga menunjukan surat somasi

BANJARMASIN-Para penghuni perumahan CitraLand yang beralamat di jalan A.Yani Km. 7.8 Kertak Hanyar Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan melakukan somasi terhadap manajemen perumahan mewah tersebut lantaran tidak membangunkan fasilitas umum (Fasum) dan sosial.

“Surat teguran keras ini kami tujukan langsung kepada Direktur Utama PT Ciputra Development di Jakarta selaku grup perusahaan yang mengelola Citraland Banjarmasin dengan tembusan Menteri PUPR, Bupati Banjar, Real Estate Indonesia dan pihak terkait lainnya,” kata Fauzan Ramon di Banjarmasin, Selasa (05/12/17).

Menurutnya, somasi yang ditandatangani sebanyak 80 penghuni Citraland Banjarmasin itu, termasuk dirinya yang juga tinggal selama enam tahun sebagai pemilik rumah merupakan puncak dari kekesalan yang selama ini dirasakan.

“Sejak tahun 2014 kami penghuni asli pemilik rumah sudah melakukan protes-protes mempertanyakan ketidakjelasan kapan dibangunnya fasilitas umum dan fasilitas sosial, namun sepertinya tidak ada itikad baik dari manajemen hingga tak pernah ditanggapi serius dengan wujud nyata merealisasikannya,” papar pengacara kondang di Kalsel itu.

Fauzan membeberkan, warga perumahan elit milik developer terkemuka Grup Ciputra yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Km 7,8, Kabupaten Banjar, Kalsel, tersebut merasa dibohongi dari promosi awal sejak membeli unit hunian.

“Kami dijanjikan Fasum seperti tempat ibadah masjid, tempat rekreasi kolam renang dan ruang terbuka hijau serta fasilitas pendukung lainnya demi terpenuhinya kenyamanan penghuni perumahan, namun faktanya hingga kini peletakan batu pertamanya pun tidak pernah ada,” tuturnya.

Dikatakannya, bahkan hingga seluruh unit terbangun alias terjual, penghuni hanya merasa dijanji-janjikan saja tanpa ada realisasi nyata.

Penghuni Citraland pun semakin meradang karena manajemen perumahan faktanya lebih memprioritaskan pembangunan Ciputra Mitra Hospital dan Yayasan Sekolah Dasar Mitra Kasih yang dinilai hanya berorientasi bisnis semata.

“Rumah sakit dan sekolah tidak termasuk dalam promosi perumahan, dan justru mengesampingkan kewajibannya menyediakan Fasum, apalagi kami merasa terganggu banyak sekarang orang memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi saat menuju sekolah atau rumah sakit hingga membahayakan penghuni,” tandas Fauzan.

Selain Fasum yang tak terealisasi, penghuni juga menyesalkan rusaknya jalan umum hingga tergenang air saat hujan turun. Termasuk kebersihan yang tidak terawat baik hingga terkesan seperti perumahan kumuh dengan segala aktivitas pembangunan yang semakin hari berdampak pada kenyamanan lingkungan perumahan.

“Padahal kita sama-sama tahu Citraland adalah perumahan mewah dan asri sudah sepatutnya dilakukan perawatan kebersihan secara terus menerus,” pungkas Fauzan. (Muji)