Banyak Yang Tertipu, Sestama BNPT: Media Sosial Sering Digunakan Provokasi Aksi Terorisme

oleh
Acara Forum Tematik Bakohumas yang diselenggarakan BNPT, di Hotel Best Western The Hive, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (5/12/17). (Foto: Humas/Dina)

JAKARTA – Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) R. Gautama Wiranegara mengemukakan, media sosial seringkali digunakan sebagai media untuk memprovokasi masyarakat untuk ikut ke dalam bagian aksi terorisme.

“Banyak masyarakat kita yang tertipu, yang hanyut hanya dengan ajakan-ajakan yang palsu,” kata Gautama saat membuka Forum Tematik Bakohumas yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, di Hotel Best Western The Hive, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (05/12/17) siang.

Gautama memaparkan berbagai hasil riset terkait terorisme, diantaranya penelitian Saiful Mujani Research and Consulting tahun 2015 yang menyebutkan 4 persen usia produktif (22-25 tahun) yang setuju dengan Gerakan Terorisme ISIS. “Kenapa? Itu karena social media,” jelas Gautama.

Fakta-fakta ini, menurut Sestama BNPT itu, menunjukkan pentingnya rumusan rencana yang tepat untuk menanggulangi dan mengatasi terorisme di media sosial. Ia menyebutkan, BNPT juga menyadari bahwa penanganan terorisme tidak bisa dilakukan sendiri. Untuk itu, BNPT akan membentuk Satuan Tugas di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang akan melibatkan semua Kementerian/Lembaga (K/L) yang ada.

Harus Bersama

Ajakan untuk memerangi dan menanggulangi terorisme juga disampaikan oleh Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Niken Widiastuti.