Jalan Desa untuk Kelangsungan Pasar Terapung di Banjar

oleh

BANJAR – Alokasi dana desa yang digunakan Desa Sungai Pinang Lama untuk meningkatkan infrastruktur pedesaan, demi pengembangan komoditas andalan di Pasar Terapung Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Dan hal ini telah menjadi destinasi wisata internasional di Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepala Desa Sungai Pinang Lama, Abdurahman mengungkapkan, desanya merupakan bagian dari Pasar Terapung Lok Baintan.

“Sebab, 70 persen lebih dari 2.300 jiwa merupakan para pedagang buah-buahan di Pasar Terapung Lok Baintan. Nah, dengan bantuan pemerintah melalui dana desa ini, kami gunakan untuk peningkatan infrastruktur pedesaan yang justru sangat membantu masyarakat desa,” ujar Abdurahman.

Menurutnya, dengan dana desa itu bisa dimanfaatkan untuk membangun jalan usaha tani dalam meningkatkan hasil produksi pertanian dan perkebunan.

Jalan usaha tani yang  dimaksud itu adalah membangun ruas jalan baru di areal persawahan milik warga, agar dapat mempermudah aktivitas petani mulai dari masa tanam, panen maupun pasca panen.

“Jika hasil buah –buahan meningkat, keberlangsungan Pasar Terapung Lok Baintan tetap terjaga,” ucapnya.

Abdurahman menegaskan, ketersediaan lahan pertanian  yang cukup juga menjadi perhatian bersama. Sebab, menurut dia,  jika lahan produktif sudah dialih fungsikan kelangsungan ketersediaan buah-buahan juga terancam.

Untuk itu, kata dia,  diperlukan adanya pengawasan dari pemerintah daerah untuk menghindari terjadinya alih fungsi lahan produktif di sekitar kawasan lokasi Pasar Terapung Lok Baintan.

“Apalagi saat ini,  sudah ada payung hukumnya, yaitu  Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan,” pungkas Abdurahman. (muji)