Mahasiswa UIN Antasari Protes Penggusuran Cafetaria

oleh

BANJARMASIN – Bangunan cafetaria yang berada di samping auditorium kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, akan diratakan menjadi halaman parkir gedung terpadu baru perkuliahan, laboratorium dan ruang dosen.

Menurut mahasiswa Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam UIN Antasari, Zainul, seharusnya rencana relokasi bangunan cafetaria tersebut, harus direncanakan secara matang, terutama nasib pedagang yang sudah lama berjualan di cafetaria tersebut.

“Setelah pengerjaan bangunan gedung baru terpadu mulai rampung, baru pihak kampus mengundang para pedagang. Intinya para pedagang harus mengosongkan cafetaria 30 Nopember 2017,” ungkap Bung Zainul sapaan akrabnya.

Seharusnya, kata dia lagi, pihak kampus harus bijaksana dalam merelokasi bangunan cafetaria dengan memikirkan tempat baru yang tak jauh beda kondisinya dengan cafetaria pedagang berjualan .

Sementara solusi yang diberikan pihak kampus, para pedagang diberi tempat berjualan didekat PSB. Itupun hanya untuk dua pedagang. Sedangkan pedagang yang berjualan ada lima orang.

“Lalu bagaimana nasib tiga pedagang lainnya,” tanya Bung Zainul.

Kekecewaan Bung Zainul, juga ditujukannya ke pihak Dharma Wanita selaku pengelola cafetaria, yang mengatakan bangunan cafetaria tersebut sangat kumuh.

“Kami berharap cafetaria tidak didekat bangunan PSB, karena asap masakan bisa mengganggu proses perkuliahan disitu,” pinta Zainul.

Selain itu harga sewa tempat di PSB itu terbilang mahal, sehingga berdampak terhadap harga makanan yang pembelinya mayoritas kalangan mahasiswa.

Sementara itu anggaran pembangunan gedung terpadu untuk ruang perkuliahan baru, laboratorium serta ruang dosen itu berasal dari APBN SBSN PBS tahun 2017 sebesar Rp30.416.472.000. (muji)