Dua Kecamatan di Mempawah Terendam Banjir

oleh

MEMPAWAH – Dua kecamatan di Kabupaten Mempawah terendam banjir, yaitu Kecamatan Mempawah Timur dan Kecamatan Mempawah Hilir. Bencana alam musiman tersebut telah menggenangi pemukiman warga serta lahan pertanian sejak beberapa hari belakangan, sehingga membuat aktifitas masyarakat terganggu dan merugi.

Pantauan di lapangan, di Kecamatan Mempawah Hilir, beberapa daerah yang tergenang banjir yaitu Dusun Sebukit Rama yang terdiri dari 7 Rukun Tetangga (RT), Dusun Suap terdiri dari 4 RT dan Dusun Tengah sebanyak 4 RT.

Kepala Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Abdul Hamid menjelaskan, sejak beberapa hari belakangan ini air mulai merangsek naik dari sungai sehingga merendami rumah-rumah serta lahan pertanian warga.

“Desa Pasir terdiri dari 7 dusun yang sudah darurat banjir. Bahkan 3 dusun sudah terendam banjir,” ungkapnya, Rabu (29/11/17).

Ia katakan, banjir tersebut juga turut merendam lahan pertanian masyarakat yang totalnya mencapai 70 hektar yang telah ditanami berbagai macam pertanian.

“Banjir juga menggenangi lahan pertanian seluas 70 hektar dan para petani terancam gagal panen,” keluhnya.

Selain lahan pertanian, banjir juga merendam rumah Ibadah dan sekolah-sekolah sehingga berakibat terhentinya proses belajar mengajar saat ini.

“Untuk sekolah yang terendam banjir, mau tak mau proses belajar mengajar terhenti untuk saat,” tutur Abdul Hamid.

Dirinya memperkirakan, potensi air pasang akan terus meningkat volumenya dikarenakan curah hujan yang terus meningkat, ditambah lagi air masuk dari laut dan air kiriman dari hulu sungai membuat serapan air tak mampu menyerapi volume air yang melimpah tersebut.

“Diperkirakan banjir akan terus meningkat hingga tiga hari kedepan, dikarenakan intensitas air hujan yang tinggi ditambah air kiriman dari hulu serta air pasang laut yang menambah volume air menjadi banjir,” ungkapnya menambahkan.

Sementara itu, salah seorang warga, Ajin menjelaskan, setiap tahunnya potensi banjir di daerah tersebut memang kerap kali terjadi, terutama jika mengalami air pasang laut serta air hulu turun secara bersamaan.

“Kalau sekarang banjirnya belum begitu parah seperti sebelumnya, biasanya lebih besar lagi dari pada ini,” ungkap Tomi.

Dirinya berharap, bantuan pemerintah dapat segera diberikan kepada para korban banjir terutama korban banjir yang rumahnya telah tergenang air. (hamzah)