Pilkada Tapin Berpotensi Calon Tunggal?

oleh

RANTAU – Potensi calon tunggal sangat terbuka lebar, terjadi dalam pemilihan Bupati-Wakil Bupati Tapin periode 2018-2023.

Hingga berakhir masa pendaftaran calon perseorangan (independen) yang ditutup pada 29 November 2017, tercatat tak ada yang menyerahkan berkas sokongan ke KPUD Tapin. Sehingga, duet kandidat Bupati-Wakil Bupati Tapin, Arifin Arpan- Syafruddin Noor berpotensi menjadi calon tunggal dan harus melawan kotak kosong dalam perhelatan pemungutan suara pada 27 Juni 2018 mendatang.

Kemungkinan adanya calon tunggal ini tak dipungkiri H Syafruddin Noor kepada wartawan, saat berada di Sekretariat DPD Partai Golkar Kalimantan, Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Senin (27/11/17).

Menurut Syafruddin Noor, adanya calon tunggal karena saat ini dirinya bersama Bupati Arifin Arpan telah mengajukan lamaran ke seluruh parpol yang memiliki kursi di DPRD Tapin.

“Sejak tiga bulan yang lalu, kami sudah mengajukan lamaran ke seluruh parpol di Kabupaten Tapin. Memang, masa pendaftaran calon usungan parpol menunggu masa pendaftaran calon independen di KPUD Tapin,” ucapnya.

Ia menyebut modal maju dalam Pilkada Tapin telah dikantongi berasal dari 9 kursi Partai Golkar, ditambah empat kursi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan segera menyusul satu kursi milik PKS.

“Untuk surat keputusan Partai Golkar sudah ada. Kebetulan Partai Golkar merupakan parpol yang memiliki kursi terbanyak di DPRD Tapin,” ucap H Udin Ansyar-sapaan akrab pengusaha ini.

Tak cukup itu bakal calon Wabup Tapin ini mengaku sudah menjalin komunikasi dengan parati Demokrat, dan menyusul nantinya adalah PDI Perjuangan yang juga akan menyerahkan surat dukungan kepada calon petahana.

“Insya Allah, kami nanti calon tunggal dengan catatan semua parpol mendukung. Dan, kalau tak ada calon independen tak mendaftarkan diri, karena masa pendaftaran akan ditutup pada Rabu 29 Nopember 2017 nanti,” ucap H Udin Ansyar ini.

Meski berpotensi calon tunggal, H Udin Ansyar memastikan tak akan ‘takkabur’ dan menganggap remeh kotak kosong.

“Kami tetap waspada, karena masyarakat selalu ingin dekat dengan pimpinan daerah. Makanya, kami sering turun ke lapangan bertemu masyarakat. Terlebih lagi, Pak Arifin Arpan merupakan putra asli kelahiran Tapin,” kata dia. (muji)