Pemkab Barut Evaluasi Penerimaan PAD

oleh

MUARA TEWEH – Pendapatan Asli Daerah (PAD) bersumber dari pajak dan retribusi daerah. Sayangnya, kontribusi PAD terhadap pendapatan daerah masih belum signifikan, padahal PAD merupakan salah satu indikator kemandirian daerah.

Karenanya, Pemerintah Kabupaten Barito Utara, melaksanakan rapat evaluasi pendapatan asli daerah (PAD) pada semester II (Juli-Desember) tahun 2017.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula Bappeda Selasa (28/11/17) itu dibuka Asisten III Setda bidang administrasi umum, H. Fauzul Risma.

Menurutnya, rapat evaluasi PAD ini sangat penting dilakukan dalam rangka meningkatkan PAD, dan diharapkan forum evaluasi ini bukan hanya sekedar kegiatan seremonial, tetapi betul-betul dijadikan suatu forum untuk mengetahui dan menilai sejauhmana capaian realisasi PAD masing-masing perangkat daerah.

Termasuk usaha yang akan dilakukan untuk mencapai target pendapatan yang telah ditentukan.

“Pendapatan asli daerah merupakan pendapatan yang diperoleh dan dilkelola oleh daerah yang langsung digunakan untuk kegiatan pemerintahan dan pembiayaan pembangunan di daerah,” terang  Fauzul.

Dikatakan, realisasi PAD Kabupaten Barito Utara, sampai Nopember 2017 sebesar Rp67.479.118.361,00 atau 84,96 persen dari target sebesar Rp79.613.404.613.

Realisasi pemungutan PAD tahun 2017 masih bertumpu pada beberapa sumber yaitu dari lain-lain PAD yang sah sebesar Rp55.971.704.613 terutama dari dana BOS, pendapatan BLUD dan dana kapasitas JKN.

Kemudian, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang sah sebesar Rp7.883.048.097, pendapatan dari pajak daerah sebesar Rp6.688.027.729 dan pendapatan dari retribusi daerah sebesar Rp3.388.701.153.

Ditambahkan, dengan waktu yang tersisa diharapkan target yang sudah ditentukan dapat dicapai pada akhir tahun. Usaha mencapai target PAD itu bukan hanya kewajiban perangkat daerah penghasil.

“Namun PAD ini merupakan tanggungjawab semua perangkat daerah lingkup Pemkab,” pungkasnya. (bani)