BNN, Rutan dan Polres Sanggau Teken MoU

oleh

SANGGAU – Tingginya kasus penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Sanggau membuat Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sanggau, Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIB Sanggau dan Polres Sanggau membuat kesepakatan bersama atau Memorandum of Undestanding (MoU).

MoU ditandatangani ketiga institusi ini di Mapolres Sanggau komplek pasar rawa bangun disaksikan Waka Polres, Kabag Ops dan wartawan, Selasa (28/11/17).

“Dengan MoU ini kami berharap masyarakat yang mau mencoba-coba menggunakan narkoba mengurungkan niatnya, termasuk yang ada di dalam lapas,” kata Kapolres Sanggau, AKBP Oki Waskito saat memberikan keterangannya persnya kepada wartawan.

Oki menegaskan, pihaknya bersama BNNK dan Rutan berkomitmen untuk memberantas narkoba, termasuk penyalahgunaan yang terjadi di dalam rutan.

“Kepala Rutan siap memberikan informasi baik kepada kepolisian maupun kepada BNNK, jika ditemukan narapidana yang mencurigakan,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, khusus untuk narapidana di Rutan Sanggau, sebanyak 130 dari 233 penghuni rutan terkait kasus penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, MoU ini dinilai Kapolres Sanggat penting agar tidak terjadi lagi di rutan.

“Hampir separuh lebih, bayangkan saja betapa memprihatinkannya kasus ini,” ungkap Kapolres.

Terpisah, Kepala BNNK Sanggau, AKBP Ngatya menegaskan, pihaknya terus berupaya menekan penyalahgunaan narkoba. Salah satunya melalui Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan masyarakat dan narapidana di Rutan Sanggau.

Masih kurangnya pemahaman masyarakat terhadapa narkoba dan bahayanya menjadi salah satu faktor tingginya kasus narkoba di suatu daerah.

“Masalah lain, kasus inipun tidak terlepas dari bujuk rayu para pengedar dan para bandar-bandarnya yang menawarkan upah tinggi kepada masyarakat sehingga ketika pemahamannya rendah, upah yang ditawarkan tinggi maka dia akan dengan mudah masuk dalam jaringan ini,” pungkasnya. (indra)