Sepuluh Ribu Peserta Hadiri Tanwir Pemuda Muhammadiyah

oleh

PALANGKA RAYA – Keberadaan Pemuda Muhammadiyah, yang sampai ke pelosok komunitas, dapat menjadi pelopor gerakan nasional untuk membangun integritas dan produktivitas. Apalagi selama ini Muhammadiyah selalu menyampaikan Islam berkemajuan, diantaranya membangun generasi muda yang mempunyai integritas dan kemampuan produktif.

“Kami dari Muhammadiyah tidak pernah kehilangan optimisme tentang bangsa ini. Kita punya kekayaan dan potensi luar biasa. Tinggal ada gerakan untuk membangun anak muda yang punya integritas dan kemampuan produktivitas. Untuk itu, usai digelarnya Tanwir, ada gerakan berkesinambungan membina anak muda, yang sebenarnya memiliki potensi,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah, H.Haendar Nashir.

Hal itu disampaikannya dihadapan sekitar 10 ribu kader pemuda Muhammadiyah dan warga Muhammadiyah dari seluruh Indonesia, saat pembukaan Tanwir II Pemuda Muhammadiyah di Lapangan Senaman Mantikei Kota Palangka Raya, Senin (27/11/17).

Tema integritas dan produktivitas kaum muda untuk keadilan sosial, yang diusung, dinilainya sangat tepat dan bagus. Pasalnya elit bangsa terkadang kehilangan produktivitas dan integritas, yang membuat luruhnya akhlak.

Menurutnya hal ini bukanlah persoalan yang sederhana, yang bisa saja menimpa siapapun.

“Kegiatan Tanwir ini, Insya Allah dapat membawa pencerahan untuk pembangunan yang lebih baik lagi serta memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat yang ada di dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan, ancaman serius bagi negara saat ini bukanlah dari terorisme, radikalisme dan gerakan-gerakan lainya. Tapi diakibatkan munculnya ketidakadilan.

“NKRI kita terancam. Tugas menjaga dan merawat seorang pejabat negara bisa menghadirkan ekonomi dan keadilan sosial bagi rakyatnya. 10 tahun masih ada kesenjangan, siap-siap NKRI terancam. Reklamasi adalah simbol anti NKRI, seolah-olah jakarta dibangun dan di daerah lain tidak pantas,” ujarnya.

Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan berharap, agar Tanwir bisa menghasilkan rekomendasi dan gagasan untuk menghadapi situasi kebangsaan yang terjadi saat ini, seperti ketidakpercayaan, saling melapor dan saling menghujat, yang segera harus dihentikan.

Disisi lain, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Habib Said Ismail, menyampaikan terima kasih atas terpilihnya Kalteng sebagai tuan rumah pelaksanaan Tanwir II Pemuda Muhammadiyah pada tahun ini.

“Demi tetap menjaga dan setia dengan 4 pilar kebangsaan. Kita menginginkan, NKRI Harga Mati. Terima kasih kedatangan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dengan harapan pemerintah pusat lebih memilih Kalteng sebagai ibukota negara,” imbuhnya. (tva)